Bulog Usulkan Beras Premium Bervitamin untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 29 Jul 2026, 11.49

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Menurutnya, beras yang disiapkan untuk Program MBG akan berbeda dengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) karena menggunakan beras premium yang diperkaya kandungan vitamin.
“Bulog salah satu programnya ke depan akan membuat ini. Bukan (SPHP), ini premium khusus. Kan, kalau MBG, kan, tidak boleh beras subsidi. Jadi kami merencanakan konsepnya ini untuk mendukung program MBG,” kata Rizal kepada wartawan di Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2026).
Rizal menjelaskan, fortifikasi pada beras tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan nilai gizi bagi para penerima Program MBG. Dengan dukungan asupan nutrisi yang lebih baik, program ini diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Dan lebih cerdas ke depannya. Karena berasnya saja sudah banyak vitaminnya. Ditambah dengan lauk-lauk yang bergizi tinggi,” ujarnya.
Usulan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan. Menurut Rizal, respons awal dari Menteri Pertanian dan Kepala BGN terhadap gagasan tersebut cukup positif sebagai bagian dari upaya mendukung salah satu program prioritas pemerintah.
Terkait harga, Bulog memastikan skema penetapan harga beras premium fortifikasi akan disesuaikan dengan kebutuhan program sehingga tetap mendukung efektivitas pelaksanaan MBG.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sudaryono selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian sebelum dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional. Menurut Amran, berbagai capaian Kementerian Pertanian tidak terlepas dari kerja sama dan dedikasi yang telah diberikan.
“Kami sangat berat untuk melepas beliau, karena sangat terbantu. Seluruh capaian Kementerian Pertanian berkat kerja keras Pak Sudaryono selama ini. Itu berat, tapi demi masa depan beliau ini promosi dan ini tugas berat juga untuk kepentingan negara. Kami ikhlaskan,” kata Amran.
Amran menegaskan seluruh jajaran Kementerian Pertanian mendukung penugasan baru Sudaryono, mengingat Program Makan Bergizi Gratis juga memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan penyerapan hasil produksi pertanian nasional. Mengenai pengisian posisi Wakil Menteri Pertanian, Amran menyatakan keputusan tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Melalui pengembangan beras premium fortifikasi, pemerintah bersama Bulog berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memperluas akses terhadap pangan bergizi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, pencegahan stunting, serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan produk dalam negeri.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Ketapang Jadi Daerah Pertama di Kalbar Kirim Siswa ke Sekolah Rakyat, 32 Peserta Didik Berangkat ke Pontianak
KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang memberangkatkan 32 peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan siswa yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (

Dansatgas TMMD Kodim 0802/Ponorogo Tinjau Progres Pembangunan, Pastikan Sasaran Fisik Berjalan Optimal
PONOROGO – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, meninjau langsung progres pelaksanaan sasaran fisik TMMD di

Satgas TMMD Kodim 0612/Tasikmalaya Lanjutkan Pembangunan TPT hingga Malam Demi Percepatan Infrastruktur Desa
TASIKMALAYA – Semangat pengabdian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya terus ditunjukkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Parungponteng. Meski malam telah
