BRIN Usulkan Penguatan Tata Kelola MBG, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Program
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajukan sejumlah rekomendasi strategis guna memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap salah satu program prioritas pemerintah.
Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN, Yanu Endar Prasetyo, menjelaskan bahwa penguatan utama yang perlu dilakukan adalah membangun sistem keterbukaan informasi publik secara menyeluruh. Transparansi dinilai penting mulai dari proses perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, pemilihan mitra penyedia, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan memperkuat pengawasan publik sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Dengan mekanisme yang terbuka, setiap tahapan pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih efektif sehingga dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain transparansi, BRIN juga menekankan pentingnya memperkuat integritas kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan. Kepemimpinan yang profesional, bebas dari konflik kepentingan, serta didukung penegakan hukum yang konsisten dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.
Rekomendasi berikutnya adalah memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal melalui kolaborasi lintas lembaga. Pengawasan yang dilakukan secara berlapis diharapkan mampu memastikan kualitas pelayanan, efektivitas penggunaan anggaran, serta kepatuhan terhadap standar operasional di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BRIN juga mendorong penerapan sistem evaluasi dan pemantauan berbasis data secara berkelanjutan. Melalui evaluasi yang dilakukan secara periodik, pemerintah dapat mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, melakukan perbaikan kebijakan secara cepat, serta memastikan program terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
Sejalan dengan rekomendasi tersebut, pemerintah sebelumnya telah menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilanjutkan dengan berbagai langkah penyempurnaan tata kelola. Evaluasi terhadap kualitas layanan, mekanisme distribusi, pelibatan mitra lokal, hingga efektivitas operasional terus dilakukan agar manfaat program semakin optimal bagi kelompok sasaran, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik.
Masukan dari BRIN dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan berbasis riset dan evidence-based policy. Sinergi antara lembaga penelitian, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat implementasi MBG sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi, mempercepat penurunan stunting, dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dapat tercapai secara berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
