Satu Suara Bangsa

BRIN Siapkan Teknologi Tanggul Modular hingga Pemecah Ombak Limbah Plastik untuk Giant Sea Wall

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

16 Agu 2026, 22.49

Diperbarui: 16 Agu 2026, 22.49

BRIN Siapkan Teknologi Tanggul Modular hingga Pemecah Ombak Limbah Plastik untuk Giant Sea Wall
Dokumentasi Satu Suara Bangsa BRIN Siapkan Teknologi Tanggul Modular hingga Pemecah Ombak Limbah Plastik untuk Giant Sea Wall
JAKARTA, 16 AGUSTUS 2026 — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sejumlah teknologi untuk mendukung pembangunan Proyek Strategis Nasional Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang Pantai Utara Jawa. Inovasi yang dikembangkan mencakup tanggul laut modular, unit pelindung pemecah gelombang, pemanfaatan energi gelombang hingga material berbasis limbah plastik.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan sejumlah teknologi tersebut telah dikembangkan dan sebagian memperoleh perlindungan paten. Di antaranya Blok Modular Beton untuk Struktur Tanggul Laut dengan paten IDP000100639 serta Tanggul Tegak Modular Multi Fungsi dengan paten terdaftar P00202510393.

Teknologi tersebut disiapkan untuk mendukung pembangunan tanggul laut yang tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai infrastruktur multifungsi.

Tanggul Modular Dirancang Efisien dan Stabil

BRIN mengembangkan lini Armor Units untuk melindungi struktur breakwater, mulai dari BPPTLock pada 2012, BRINLock pada 2022 hingga BRINPod yang dikembangkan pada 2025.

“Sistem ini diperkuat dengan lini Armor Units pelindung breakwater yang kami kembangkan secara berkesinambungan, mulai dari BPPTLock (2012), BRINLock untuk breakwater head (2022), hingga iterasi terbaru BRINPod (2025) yang dirancang khusus untuk fungsi toe antiscouring,” kata Arif.

Unit tersebut menggunakan beton tanpa tulangan yang dipasang dalam lapisan tunggal secara teratur dan saling mengunci. Pendekatan modular juga memungkinkan komponen struktur dibuat terlebih dahulu di darat sebelum dipasang di laut menyesuaikan kondisi lapangan.

Dengan metode tersebut, pembangunan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bendungan urugan tanah dalam skala besar.

Bisa Dikembangkan untuk Tol dan Kereta Api

BRIN juga mengembangkan konsep tanggul laut sebagai infrastruktur multifungsi. Salah satunya melalui integrasi teknologi Oscillating Water Column yang memungkinkan pemanfaatan energi gelombang.

Bagian atas struktur tanggul dalam konsep tersebut juga dapat dikembangkan menjadi koridor transportasi, termasuk untuk jalan tol maupun jalur kereta api.

“Dengan konsep modular, elemen struktur dapat difabrikasi di darat dan dipasang di laut sesuai kondisi lapangan tanpa harus mengandalkan bendungan urugan tanah atau earth-fill dam dalam skala masif,” ujar Arif.

Pendekatan tersebut membuka peluang pembangunan GSW tidak hanya sebagai sistem perlindungan pantai, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan energi.

Limbah Plastik Dikembangkan Jadi Pemecah Ombak

Aspek lingkungan turut menjadi bagian dari pengembangan teknologi BRIN melalui pendekatan Hybrid Eco-Engineering.

Salah satu inovasinya adalah ECO-HEX BRICK, pemecah ombak yang dibuat dari limbah plastik. BRIN juga mengembangkan sendiri alat peleleh plastik yang digunakan dalam proses produksinya.

Teknologi tersebut telah melalui uji penerapan lapangan di wilayah pesisir Demak bersama mitra daerah.

“Dengan menggabungkan tanggul modular berstabilitas tinggi, integrasi platform arus laut, serta pemanfaatan limbah pesisir, BRIN memastikan Giant Sea Wall terbangun secara tangguh, efisien, dan berwawasan lingkungan,” tutur Arif.

Giant Sea Wall Dirancang dalam 15 Segmen

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan tekad pemerintah untuk memulai pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa pada masa pemerintahannya.

Proyek tersebut direncanakan terbagi menjadi 15 segmen dari Provinsi Banten hingga Gresik, Jawa Timur. Pembangunan secara keseluruhan diproyeksikan membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun, meski pengerjaan sejumlah segmen secara bersamaan dinilai berpotensi mempercepat penyelesaiannya.

“Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan pembangunannya. Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu Presiden ke berapa yang akan meresmikan. Tapi saya bertekad Presiden Kedelapan akan mulai proyek ini,” ujar Prabowo dalam penyampaian pengantar RAPBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat (14/8/2026).

Pengembangan teknologi BRIN selanjutnya diharapkan menjadi bagian dari dukungan riset nasional bagi pembangunan Giant Sea Wall, dengan menggabungkan perlindungan kawasan pesisir, efisiensi konstruksi, pemanfaatan energi, konektivitas transportasi, serta pendekatan lingkungan dalam satu sistem infrastruktur terpadu.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait