BNPB Tinjau Dampak Gempa M7,6 di Bitung, 41 Bangunan Dilaporkan Rusak
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Bitung -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk menilai kerusakan infrastruktur serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat pascagempa.
Berdasarkan hasil koordinasi awal antara BNPB dan pemerintah daerah, sedikitnya 41 bangunan yang terdiri dari rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan. Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan skala dampak secara menyeluruh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pihaknya tengah memetakan prioritas bantuan guna mempercepat proses pemulihan. “Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pendataan di lapangan guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, bantuan yang disiapkan mencakup logistik permakanan dan nonpermakanan, peralatan kebencanaan, pengerahan personel tambahan, hingga dukungan anggaran darurat. Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah situasi darurat.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan otoritas kebencanaan guna meminimalkan risiko lanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi relatif tidak terlalu signifikan dan masih dapat ditangani oleh pemerintah kota. “Sampai saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan BNPB pusat. Apabila terdapat kebutuhan dukungan tambahan, akan segera kami sampaikan kepada pemerintah pusat,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera melakukan pendataan lanjutan serta intervensi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan publik. Upaya ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dalam waktu secepatnya.
Gempa bumi yang melanda Bitung merupakan bagian dari aktivitas seismik di kawasan Sulawesi Utara yang berada di jalur cincin api Pasifik. Wilayah ini dikenal rawan gempa karena pertemuan lempeng tektonik aktif, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan tinggi dari pemerintah dan masyarakat.
Dampak gempa terhadap puluhan bangunan menunjukkan perlunya penguatan infrastruktur tahan bencana, terutama pada kawasan permukiman dan fasilitas publik. Selain itu, percepatan distribusi bantuan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Ke depan, BNPB bersama pemerintah daerah akan terus memperbarui data kerusakan, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan prioritas, serta memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif hingga kondisi wilayah terdampak pulih sepenuhnya.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
