Satu Suara Bangsa

BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

24 Jul 2026, 16.442 dibaca

Diperbarui: 24 Jul 2026, 18.02

BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
BOGOR – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika melalui pendekatan yang tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga edukasi serta pemberdayaan masyarakat. Strategi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang diselaraskan dengan momentum Hari Anak Nasional melalui program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti-Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika).

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Aldrin Hutabarat, mengatakan berbagai kegiatan terus dilaksanakan oleh BNN bersama jajaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.

"Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional, termasuk di BNN Provinsi maupun BNN Kabupaten/Kota, seperti kegiatan bakti sosial, kegiatan yang sifatnya penyuluhan, edukasi, dan literasi kepada masyarakat," ujar Aldrin saat puncak peringatan HANI 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Menurutnya, edukasi menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika. Melalui peningkatan literasi, masyarakat diharapkan memahami perannya dalam mendukung upaya pencegahan maupun pemberantasan narkotika secara menyeluruh.

"Hal ini diperlukan agar masyarakat mendapatkan pencerahan, edukasi, dan literasi terkait dengan upaya pemberantasan narkotika, baik dari sisi hulu sampai hilir, dan semuanya dimulai dari anak," katanya.

Selain memperkuat edukasi, BNN juga menjalankan program Grand Design Alternative Development (GDAD) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di wilayah yang sebelumnya memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi ilegal berbasis tanaman ganja. Program tersebut mendorong masyarakat beralih ke komoditas produktif yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.

Salah satu daerah yang menjadi fokus pelaksanaan GDAD adalah Provinsi Aceh. Sejak 2016, program ini diterapkan di beberapa wilayah percontohan, antara lain Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues, dengan mengembangkan komoditas seperti jagung dan kopi sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat.

Dalam implementasinya, GDAD tidak hanya mendorong pergantian komoditas pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, hingga perluasan akses pasar. Di Gayo Lues, misalnya, pengembangan kopi didukung melalui pembentukan koperasi, pembangunan fasilitas pengolahan, pengembangan lahan percontohan, serta kerja sama pemasaran hasil produksi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi kerentanan masyarakat terhadap aktivitas ekonomi ilegal sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui sektor ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Aldrin menegaskan bahwa keberhasilan upaya pencegahan narkotika membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, media, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan sosial terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.

"Tadi juga sudah hadir kementerian dan lembaga terkait, dengan harapan dan tujuan ke depan adanya sinergitas, kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi dalam rangka pemberantasan narkotika," ujarnya.

Melalui kombinasi antara edukasi, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan penegakan hukum, BNN menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pencegahan narkotika yang lebih komprehensif. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sejak usia dini, menciptakan lingkungan yang lebih aman dari penyalahgunaan narkotika, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas narkoba.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait