Satu Suara Bangsa

BMKG Ungkap El Niño Sangat Kuat Picu Kondisi Kering, Hotspot Karhutla Kalimantan Melonjak

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

21 Agu 2026, 16.52

Diperbarui: 21 Agu 2026, 16.52

BMKG Ungkap El Niño Sangat Kuat Picu Kondisi Kering, Hotspot Karhutla Kalimantan Melonjak
Dokumentasi Satu Suara Bangsa BMKG Ungkap El Niño Sangat Kuat Picu Kondisi Kering, Hotspot Karhutla Kalimantan Melonjak
JAKARTA, 21 AGUSTUS 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi iklim yang sangat kering akibat El Niño berintensitas sangat kuat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kondisi tersebut membuat vegetasi dan lahan semakin kering sehingga api lebih mudah muncul dan menyebar.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan kondisi kering turut meningkatkan risiko munculnya kebakaran dan kabut asap.

“Kondisi iklim kering menjadi kondisi, membuat lahan dibakar dan banyak asap,” kata Ardhasena, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan monitoring BMKG pada Dasarian I Agustus 2026, anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 mencapai +2,77, meningkat dari +2,20 pada Juli. Angka tersebut menunjukkan El Niño berada pada kategori sangat kuat.

Sementara itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dasarian tercatat +0,457, meningkat dibandingkan +0,242 pada Juli.

76,5 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

BMKG mencatat sebanyak 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim (ZOM) telah mengalami musim kemarau.

Sejumlah wilayah Kalimantan berada dalam status kewaspadaan terhadap kondisi kekeringan. BMKG menekankan mitigasi karhutla perlu terus dilakukan karena masih terdapat banyak titik api yang harus ditangani.

“Masih banyak titik api yang perlu dimitigasi,” ujar Ardhasena.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena karhutla telah menimbulkan kabut asap di sejumlah daerah dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi udara.

Hotspot Melonjak Jadi 518 Titik dalam Sehari

Data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan menunjukkan peningkatan tajam jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pada 17 Agustus 2026, tercatat 123 hotspot di ketiga provinsi. Sehari kemudian jumlahnya turun menjadi 109 titik.

Namun, pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, jumlah tersebut melonjak menjadi 518 hotspot, terdiri atas 259 titik di Kalimantan Barat, 242 titik di Kalimantan Tengah, dan 17 titik di Kalimantan Selatan.

Dengan demikian, jumlah hotspot pada 19 Agustus meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya.

750 Hotspot Terdeteksi dalam Tiga Hari

Secara kumulatif sepanjang 17–19 Agustus 2026, Kementerian Kehutanan mendeteksi 750 hotspot berkepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut.

Rinciannya mencapai 367 hotspot di Kalimantan Barat, 343 hotspot di Kalimantan Tengah, dan 40 hotspot di Kalimantan Selatan.

Peningkatan titik panas di tengah kondisi El Niño sangat kuat memperbesar kebutuhan terhadap pencegahan dan penanganan karhutla. Pemantauan hotspot, pengendalian kebakaran di lapangan, serta kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait