Bhakti TNI 2026 Hadir di Pulau Raas, TNI Bangun Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 25 Jul 2026, 17.38

Komandan Kodim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada menjelaskan bahwa Pulau Raas dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena termasuk wilayah kepulauan yang kerap mengalami kekurangan air bersih.
"Selain sebagai bentuk kepedulian TNI kepada warga, bantuan sumur bor untuk warga di Kepulauan Sumenep ini juga merupakan program dari kegiatan Bhakti TNI 2026, kerja sama antara TNI-AD dengan Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep," ujarnya.
Pulau Raas merupakan salah satu dari 48 pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep. Dengan luas sekitar 39,92 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 43.418 jiwa, wilayah tersebut menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan berdasarkan kebutuhan akan penyediaan air bersih.
Menurut Dandim, sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menentukan program yang paling dibutuhkan masyarakat.
"Sebelum menentukan lokasi kegiatan, kami telah berkoordinasi lebih dahulu dengan Pemkab Sumenep tentang program yang dibutuhkan, dan air bersih bagi warga di sana merupakan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi dengan baik," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pengeboran sumur di Pulau Raas menjadi pelaksanaan perdana Program Bhakti TNI 2026 yang menyasar wilayah kepulauan. Sebelumnya, bantuan serupa lebih banyak dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Sumenep.
"Program Bhakti TNI 2026 berupa bantuan sumur bor di Pulau Raas ini tentu menjadi bukti bahwa pemerataan pembangunan tidak hanya difokuskan di daratan Madura. Wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan pemenuhan air bersih juga menjadi prioritas dalam program ini," ujar Letkol Inf Citra Persada.
Pengeboran dimulai pada 22 Juli 2026 di Desa Poteran, Kecamatan/Kepulauan Raas, dan akan terus dilakukan hingga ditemukan sumber air yang layak dimanfaatkan oleh masyarakat. Berdasarkan laporan sementara, pada hari kedua pelaksanaan kedalaman pengeboran telah mencapai lebih dari enam meter.
Sementara itu, Kaur Pemerintahan Desa Poteran, Abdul Kadir, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan TNI. Menurutnya, program tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.
"Bagi kami program ini membawa harapan baru," katanya.
Melalui Program Bhakti TNI 2026, pemerintah bersama TNI terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Penyediaan sarana air bersih di Pulau Raas diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar warga, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kehadiran program yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TNI AL Ungkap Modus Baru Penyelundupan Timah, Perkuat Pengawasan Jalur Darat dan Laut
JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengungkap adanya perubahan pola penyelundupan timah ilegal menyusul semakin ketatnya pengawasan di jalur laut. Para pelaku kini memanfaatkan jalur darat dengan mengirim tim

BNPB Dukung Pembangunan 106 Sumur Bor di NTB, Perkuat Mitigasi Kekeringan
MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan pembangunan 106 sumur bor kepada pemerintah pusat sebagai langkah memperkuat penanganan bencana kekeringan di berbagai wilayah. Usulan tersebu

Kemenkop Lanjutkan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih, Pelatihan Tahap Berikutnya Segera Dibuka
MAKASSAR – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan proses rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan terus berlanjut setelah pelaksanaan pelatihan tahap pertama. Langkah ini dilaku
