BGN Optimalkan MBG 2027 dengan Anggaran Rp240 Triliun, Wilayah 3T Jadi Prioritas
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 21 Agu 2026, 16.54

Langkah tersebut dilakukan seiring rencana pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp240 triliun dalam RAPBN 2027 untuk pelaksanaan program MBG.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan program yang telah berjalan akan ditata agar pelaksanaannya semakin tertib dan sesuai dengan sistem yang ditetapkan.
“Ya, kita optimalkan. Jadi yang sekarang jalan kita pastikan itu kemudian tertib, ya sesuai tertib,” kata Sudaryono, Rabu (19/8/2026).
Data Penerima Manfaat Terintegrasi
Menurut Sudaryono, salah satu instrumen untuk meningkatkan ketepatan pelaksanaan MBG adalah integrasi data penerima manfaat dengan sejumlah kementerian dan lembaga.
BGN telah menghubungkan data dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Dapodik, Kementerian Agama, BKKBN, serta Kementerian Kesehatan.
“Kan kita semua data sudah connect semua antara Dikdasmen, Dapodik, kemudian Kementerian Agama, kemudian juga di BKKBN, Kementerian Kesehatan, kita sudah connect semua,” ujarnya.
Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat basis data pelaksanaan MBG sehingga distribusi program dapat disesuaikan dengan sasaran penerima manfaat.
Sekitar 1.700 Dapur Disiapkan untuk Wilayah 3T
Selain memperbaiki pelaksanaan program yang sudah berjalan, BGN memberikan perhatian khusus terhadap perluasan layanan MBG di wilayah 3T.
Saat ini, sekitar 1.700 dapur telah dibangun dan teridentifikasi untuk mendukung pelaksanaan program di wilayah tersebut. Penambahan dapur akan dilakukan secara bertahap mengikuti tahapan dan ketentuan BGN.
Sejumlah daerah yang menjadi perhatian antara lain Papua, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian wilayah Pulau Nias di Sumatera Utara.
BGN bahkan telah mengidentifikasi 284 dapur yang siap dibuka di sejumlah wilayah tersebut.
“Bahkan kami sebetulnya sudah keinginan kemarin dari minggu lalu tuh pengen segera dibuka, ada yang kami identifikasi 284 yang siap di Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT, ada sebagian kecil di Pulau Nias di Sumatera Utara yang kita mau buka,” kata Sudaryono.
Pembukaan Dapur Tunggu Regulasi Internal
Meski ratusan dapur telah teridentifikasi siap beroperasi, BGN belum langsung membuka seluruh fasilitas tersebut. Pengoperasian masih menunggu penyelesaian regulasi internal sebagai dasar pelaksanaan MBG di wilayah 3T.
Regulasi tersebut diperlukan untuk memastikan dapur beroperasi sesuai ketentuan sejak awal, termasuk dalam tata kelola dan pelaksanaan pelayanan kepada penerima manfaat.
Dengan dukungan anggaran sekitar Rp240 triliun pada RAPBN 2027, optimalisasi MBG diarahkan tidak hanya pada perluasan cakupan, tetapi juga pada ketertiban pelaksanaan, efisiensi anggaran, akurasi data, dan pemerataan pelayanan hingga wilayah 3T.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kodaeral XII Bekali 47 Paskibra Sambas Wawasan Kebangsaan dan Kemaritiman
SAMBAS, 19 AGUSTUS 2026 — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan kemaritiman kepada 47 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Sambas Tahun 2026 d

Pembangunan Sekolah Rakyat Nganjuk Capai 95 Persen, Ditargetkan Siap Beroperasi 31 Agustus
NGANJUK, 20 AGUSTUS 2026 — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, telah mencapai 95 persen dan terus dipercepat menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 31 Agustus 2026. Penyelesai

BMKG Ungkap El Niño Sangat Kuat Picu Kondisi Kering, Hotspot Karhutla Kalimantan Melonjak
JAKARTA, 21 AGUSTUS 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi iklim yang sangat kering akibat El Niño berintensitas sangat kuat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan k
