BGN dan Pertamina Olah Minyak Jelantah Dapur MBG, Potensi Capai 6 Juta Liter per Bulan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 3 Sep 2026, 17.19

JAKARTA, 11 Mei 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng PT Pertamina Persero untuk mengolah minyak jelantah hasil operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Kerja sama tersebut dinilai berpotensi mendukung pengembangan energi hijau sekaligus memperkuat ekonomi sirkular nasional.
Kesepakatan kerja sama itu diumumkan usai pertemuan kedua pihak pada Kamis (7/5/2026). Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan setiap dapur MBG rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng per bulan dan sebagian besar akan berubah menjadi minyak jelantah.
“Dan yang di luar dugaan bagi saya, setiap SPPG ini menggunakan kurang lebih 800 liter minyak goreng setiap bulan. Di mana 70 persennya akan berakhir menjadi minyak jelantah,” ujar Dadan dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Menurut Dadan, setiap SPPG diperkirakan menghasilkan sekitar 500 hingga 590 liter minyak jelantah per bulan. Dengan jumlah sekitar 17.200 unit SPPG yang saat ini tersebar di Pulau Jawa, potensi minyak jelantah yang dapat dikumpulkan mencapai sekitar 6 juta liter setiap bulan.
“Jadi kalau dikalikan 500 liter itu kurang lebih akan ada sekitar 6 juta liter per bulan,” katanya.
BGN juga menerapkan pembatasan penggunaan minyak goreng di dapur MBG demi menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis. Minyak goreng disebut hanya boleh digunakan maksimal tiga kali sebelum menjadi minyak jelantah.
“Perlu diketahui bahwa di BGN minyak tidak boleh sering digunakan. Jadi maksimal rata-rata tiga kali goreng lalu menjadi minyak jelantah,” ujar Dadan.
Selain pengolahan minyak jelantah, BGN mulai mendorong penggunaan energi alternatif di lingkungan operasional dapur MBG melalui pemanfaatan jaringan gas alam dan compressed natural gas (CNG) di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sistem energi yang lebih bersih dan efisien.
Kerja sama pengolahan minyak jelantah tersebut dinilai menjadi bagian dari pengembangan ekonomi sirkular nasional, yakni konsep pemanfaatan kembali limbah agar memiliki nilai ekonomi baru. Dalam sektor energi, minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan bakar rendah karbon seperti biodiesel maupun avtur ramah lingkungan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang ditargetkan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah. Seiring meningkatnya jumlah dapur MBG, kebutuhan energi dan pengelolaan limbah operasional juga menjadi perhatian pemerintah agar pelaksanaan program tetap efisien dan berkelanjutan.
Dadan menilai potensi minyak jelantah dari dapur MBG dapat menjadi awal kolaborasi strategis dalam pengembangan energi hijau nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Dan saya kira ini bisa menjadi langkah awal untuk program kerja sama kita sehingga minyak yang tadinya sampah menjadi bernilai, yang tadinya dibuang menjadi uang,” tuturnya.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
