Bapanas Pastikan Stok Beras Nasional Kuat Hadapi El Nino, Cadangan Tembus 5,2 Juta Ton
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 25 Jul 2026, 21.36

Amran mengatakan bahwa kondisi cadangan beras pemerintah saat ini jauh lebih baik dibandingkan ketika Indonesia menghadapi puncak El Nino pada 2023.
"Dulu pada saat terjadi El Nino, kita ada stok (cadangan) beras nasional sekitar 1,5 juta ton. Sekarang (CBP kita) ada sekitar 5,2 juta ton," kata Amran dalam keterangannya, Kamis (24/7/2026).
Data Bapanas menunjukkan stok beras yang dikelola Perum Bulog per 22 Juli 2026 telah mencapai 5,24 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 244,74 persen dibandingkan stok sebelum puncak El Nino 2023 yang berada pada kisaran 1,52 juta ton.
Menurut Amran, pengalaman menghadapi El Nino pada 2015, 2023, dan 2024 menjadi bekal bagi pemerintah dalam memperkuat strategi mitigasi terhadap potensi gangguan produksi pangan akibat musim kemarau.
"Nah semua ini adalah pertahanan kita untuk mengantisipasi kekeringan. Kita sudah pengalaman El Nino tahun 2015, 2023, 2024. Dengan pengalaman ini, dulu saja kita bisa penyesuaian saat El Nino, alhamdulillah kita bisa lolos," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras nasional. Menurutnya, stok cadangan yang dimiliki pemerintah masih berada di atas kebutuhan selama musim kemarau.
"Jadi kita tidak perlu khawatir, karena kapasitas yang diperlukan selama musim kemarau biasanya sekitar 3 juta ton, sedangkan kita ada stok sekarang masih 5,2 juta ton, masih ada (surplus) 2 juta ton lebih," tegas Amran.
Bapanas menjelaskan bahwa cadangan beras pemerintah dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga melalui berbagai program, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga 22 Juli 2026, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 507,75 ribu ton atau sekitar 61,32 persen dari target 828 ribu ton untuk periode Maret–Desember 2026.
Selain itu, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua untuk alokasi Juli–September 2026 sebanyak 997,2 ribu ton kepada sekitar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran akan dilakukan oleh Perum Bulog secara sekaligus mulai Agustus 2026.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras masih terkendali. Inflasi beras tahunan (year-on-year) pada Juni 2026 tercatat 3,98 persen, lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55 persen. Sementara inflasi bulanan (month-to-month) berada di angka 0,45 persen, mencerminkan pergerakan harga beras yang relatif stabil.
Sementara itu, BMKG memprediksi puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga September 2026 dengan kondisi yang diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan rata-rata normal. BMKG juga memperkirakan fenomena El Nino berpotensi bertahan hingga awal 2027.
Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat pengelolaan cadangan pangan, distribusi beras, serta berbagai program stabilisasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan stok beras yang berada pada level tinggi serta langkah antisipasi yang telah disiapkan, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dan stabilitas harga pangan dapat terus terjaga selama menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemerintah Kaji Penyaluran Bansos Melalui Kopdes Merah Putih, Distribusi Ditargetkan Lebih Terintegrasi
JAKARTA – Pemerintah tengah mengkaji skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai pusat layanan distribusi berbagai program pemerintah d

Menkeu: APBN Tetap Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik, Stimulus Semester II Tetap Berjalan
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga meskipun kenaikan harga minyak dunia menyebabkan ruang fiskal pemerintah menjadi le

Menko Pangan: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Simpul Layanan dan Penggerak Ekonomi Desa di Papua
JAYAPURA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi simpul layanan masyarakat di tingkat desa melalui integrasi berbagai program pemerintah. Keha
