Babinsa dan Kader Jumantik Perkuat Upaya Pencegahan DBD di Condongcatur
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

SLEMAN – Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Balai RW 28 Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh kader Jumantik dan masyarakat setempat dengan menghadirkan narasumber dari Puskesmas Depok II. Sosialisasi difokuskan pada peningkatan kapasitas kader dalam melakukan pengendalian vektor penyebab DBD serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Babinsa Koramil 11/Depok Kodim 0732/Sleman, Serda Jati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pencegahan DBD memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader Jumantik agar mampu menjalankan tugas pemantauan dan pencegahan DBD secara optimal di lingkungan masing-masing," ujar Serda Jati.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampung air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta berbagai langkah tambahan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, kader Jumantik juga diberikan pemahaman mengenai teknik pemantauan jentik secara berkala serta pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai upaya preventif untuk menekan angka kasus DBD di lingkungan permukiman.
Serda Jati menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu kunci keberhasilan pengendalian DBD di tingkat masyarakat. Menurutnya, kader Jumantik memiliki peran strategis sebagai penggerak sekaligus agen edukasi bagi warga.
"Harapannya dengan kegiatan ini kader Jumantik dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan DBD secara berkelanjutan," katanya.
Pemerintah Kalurahan Condongcatur menilai keterlibatan kader PKK dan Jumantik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit berbasis lingkungan. Upaya tersebut juga sejalan dengan program kesehatan masyarakat yang terus digencarkan pemerintah daerah.
DBD masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama saat perubahan cuaca dan meningkatnya potensi perkembangbiakan nyamuk. Oleh karena itu, edukasi dan pengawasan rutin di lingkungan permukiman menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit.
Melalui sinergi antara kader Jumantik, Puskesmas Depok II, aparat kewilayahan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan DBD dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan edukasi serupa akan terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman bagi seluruh warga.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
