Airlangga: Industri Sawit Jadi Pilar Strategis Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Transisi Energi Nasional
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 24 Jul 2026, 09.53

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menutup Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, industri kelapa sawit memberikan kontribusi sekitar 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan nilai ekspor sepanjang tahun lalu mencapai US$30,87 miliar dan volume ekspor sebesar 38,84 juta ton.
"Industri kelapa sawit punya posisi sangat strategis. Kontribusinya 3,5 persen terhadap PDB dan ekspor tahun lalu mencapai USD 30,87 miliar, dengan volume ekspor mencapai 38,84 juta ton," ujar Airlangga.
Selain menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan, Airlangga mengatakan sektor sawit juga berperan penting dalam mendukung program transisi energi melalui implementasi mandatori Biodiesel 50 persen (B50) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026.
Menurutnya, keberhasilan implementasi B50 perlu menjadi pijakan untuk mengembangkan berbagai produk hilir bernilai tambah, seperti Green Diesel, Bio Avtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis Used Cooking Oil (UCO), hingga bensin berbasis sawit. Pengembangan produk-produk tersebut diharapkan mampu memperluas investasi sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit nasional.
Airlangga menambahkan, penguatan sektor sawit juga harus dilakukan melalui peningkatan produktivitas, penguasaan teknologi, inovasi, serta penerapan tata kelola yang berkelanjutan agar industri tetap kompetitif di pasar global.
"Kegiatan ini tentu menjadi sangat penting karena riset, kebijakan, dan investasi merupakan faktor utama, apalagi Indonesia adalah produsen sawit terbesar di dunia," katanya.
Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, dan masyarakat untuk memperkuat riset, inovasi, serta hilirisasi industri kelapa sawit nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mendorong agar hasil-hasil penelitian dapat diimplementasikan dan dikomersialisasikan oleh dunia usaha, dengan tetap memberikan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual para peneliti. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi baru yang mendukung peningkatan nilai tambah industri sawit Indonesia.
Melalui penguatan riset, hilirisasi, dan pemanfaatan energi terbarukan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan industri kelapa sawit sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, memperluas peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemerintah Pastikan Pendanaan Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Siap, Dukung Penguatan Ekonomi Desa
JAKARTA – Pemerintah memastikan pendanaan Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebesar Rp240 triliun telah disiapkan untuk mendukung pengembangan koperasi di seluruh Indonesia selama enam tahun ke depan.

IPB Nilai Industri Sawit Berperan Strategis Perkuat Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Nasional
JAKARTA – Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan minyak nabati, menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta mendorong pe

Pemerintah Fokus Perluas Basis Pajak Tanpa Menaikkan Tarif untuk Perkuat Penerimaan Negara
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan tarif pajak dalam jangka menengah . Strategi peningkatan penerimaan negara akan difokuskan pada perluasan basis pe
