Satu Suara Bangsa

28.629 Manajer SPPI Disiapkan Perkuat Operasional Kopdes Merah Putih

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

10 Agu 2026, 01.16

Diperbarui: 10 Agu 2026, 01.16

28.629 Manajer SPPI Disiapkan Perkuat Operasional Kopdes Merah Putih
Dokumentasi Satu Suara Bangsa 28.629 Manajer SPPI Disiapkan Perkuat Operasional Kopdes Merah Putih
JAKARTA, 9 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memperkuat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan menyiapkan 28.629 manajer yang telah menyelesaikan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Para manajer tersebut akan ditempatkan secara bertahap pada koperasi yang siap beroperasi, termasuk 1.021 KDKMP yang telah menjalankan kegiatan operasional, sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola profesional dan memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan lulusan SPPI yang telah menyelesaikan pelatihan akan segera diterjunkan ke lokasi koperasi yang telah memiliki kesiapan operasional.

"Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi," ujar Joao Angelo De Sousa Mota, dikutip Minggu (9/8/2026).

18.672 Kopdes Merah Putih Telah Dibangun

Berdasarkan perkembangan hingga Jumat (31/7/2026), sebanyak 18.672 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun. Sementara itu, 3.558 koperasi lainnya masih berada dalam tahap pembangunan sebagai bagian dari percepatan penyediaan fasilitas KDKMP di berbagai daerah.

Dari koperasi yang telah selesai dibangun tersebut, sebanyak 1.021 unit telah mulai beroperasi. Koperasi-koperasi inilah yang menjadi lokasi awal penempatan manajer lulusan SPPI sehingga operasional dapat didukung sumber daya manusia yang telah mendapatkan pelatihan.

Penempatan manajer menjadi bagian penting dalam memastikan koperasi tidak hanya memiliki bangunan dan fasilitas, tetapi juga mempunyai pengelola yang mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional. Kehadiran manajer diharapkan membantu pengelolaan administrasi, operasional, pelayanan anggota, serta pengembangan kegiatan usaha sesuai potensi masing-masing desa.

Manajer Ditugaskan Selama Dua Tahun

Pemerintah telah menyiapkan mekanisme penugasan bagi lulusan SPPI yang akan mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Para manajer diarahkan kembali ke daerah masing-masing agar dapat menjalankan tugas dengan memahami karakteristik serta potensi ekonomi wilayah setempat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo mengatakan para manajer lulusan SPPI akan menjalani masa penugasan selama dua tahun di daerah.

Penugasan tersebut diharapkan memberikan waktu yang cukup bagi para manajer untuk membangun sistem pengelolaan koperasi, mengembangkan kegiatan usaha, serta mendampingi operasional hingga mampu berjalan secara berkelanjutan. Pemahaman terhadap kondisi daerah juga menjadi modal untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi lokal.

Profesionalisasi Pengelolaan Koperasi Desa

Penyediaan manajer terlatih menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan KDKMP. Pengelolaan profesional diperlukan agar koperasi mampu menjalankan fungsi ekonomi secara efektif dan memberikan manfaat langsung kepada anggota maupun masyarakat desa.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi bagian dari penguatan rantai ekonomi di tingkat lokal. Dengan manajemen yang baik, koperasi dapat membantu menghubungkan produksi masyarakat dengan pasar, memperkuat distribusi barang dan kebutuhan pokok, serta membuka ruang pengembangan berbagai usaha produktif sesuai karakteristik daerah.

Pemerintah akan melanjutkan penempatan 28.629 manajer lulusan SPPI secara bertahap seiring bertambahnya KDKMP yang siap menjalankan kegiatan operasional. Kombinasi pembangunan fasilitas dan penyediaan sumber daya manusia terlatih diharapkan mempercepat terbentuknya koperasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi serta memperluas kesempatan usaha masyarakat di tingkat desa.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait