BELU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Damar memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dengan berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu di Posyandu Beilaka, Dusun Aisik, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Juni 2026 tersebut difokuskan pada pemantauan kesehatan balita serta upaya pencegahan stunting di wilayah perbatasan.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan pembagian bubur kacang hijau kepada balita dan masyarakat yang hadir sebagai bagian dari edukasi pentingnya pemenuhan gizi bagi anak.
Kegiatan Posyandu meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan balita, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Kehadiran personel Satgas Pamtas menjadi bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat yang selama ini dijalankan oleh tenaga kesehatan dan kader Posyandu setempat.
Komandan Pos Damar, Serka Fachruddin, mengatakan kesehatan anak merupakan faktor penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.
“Kami sangat mendukung kegiatan Posyandu karena menjadi sarana penting dalam memantau pertumbuhan dan kesehatan balita. Melalui pembagian bubur kacang hijau yang kaya gizi ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat,” ujar Fachruddin.
Menurutnya, keterlibatan personel TNI dalam kegiatan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses pelayanan kesehatan.
Kader Posyandu dan masyarakat setempat menyambut positif kehadiran personel Pos Damar yang dinilai aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Sinergi tersebut dinilai membantu memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi warga, terutama ibu dan anak.
Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir karena kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dalam mendeteksi dini masalah gizi sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan pemenuhan nutrisi yang tepat.
Bagi masyarakat perbatasan, kegiatan seperti Posyandu tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga memperluas akses informasi mengenai pentingnya gizi seimbang, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Kehadiran berbagai pihak, termasuk TNI, turut memperkuat efektivitas program kesehatan di tingkat desa.
Ke depan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah daerah guna mewujudkan generasi perbatasan yang sehat, kuat, dan bebas stunting.
