MALANG – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak seluruh pemangku kepentingan di Malang Raya memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri jajaran pemerintah daerah serta para pelaku pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, yang menunjukkan komitmen bersama pemerintah daerah di Malang Raya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang pertanian.
Dalam sambutannya, Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa Malang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena Jawa Timur merupakan salah satu sentra pertanian nasional dengan kontribusi besar terhadap produksi berbagai komoditas strategis, terutama tebu, jagung, dan padi.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi tulang punggung produksi gula nasional, dengan hampir separuh produksi gula Indonesia berasal dari komoditas tebu di provinsi tersebut. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi jagung dan padi guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Wamentan menegaskan bahwa pemerintah saat ini memfokuskan kebijakan pada peningkatan produksi pertanian secara masif sebagai langkah menuju swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Dialog itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menyusun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan sektor pertanian.
Sebagai simbol penguatan sinergi, Wamentan bersama para kepala daerah melakukan penanaman jagung secara bersama-sama. Kegiatan itu turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti mesin panen dan alat pengolah tanah, kepada HKTI Jawa Timur guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Pemerintah juga menyampaikan rencana distribusi 25.000 unit sepeda listrik operasional yang akan dimanfaatkan oleh penyuluh pertanian, penyuluh kelautan, serta guru honorer di berbagai wilayah, khususnya daerah pelosok, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa ketahanan pangan Kota Malang sangat bergantung pada sinergi dengan daerah sekitar, terutama Kabupaten Malang yang menjadi salah satu pemasok utama hasil pertanian bagi masyarakat perkotaan.
Ia mengapresiasi berbagai inovasi pertanian yang terus dikembangkan di wilayah Malang Raya, termasuk pengembangan benih jagung hibrida di Kecamatan Tajinan. Menurutnya, inovasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan, upaya peningkatan produksi pertanian diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
