TNI AL Amankan 21 Pelaku Kejahatan di Belawan, Respons Cepat Atasi Keresahan Warga

Belawan — Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengamankan 21 terduga pelaku kejahatan di wilayah Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, dalam operasi yang digelar pada Kamis (23/4/2026). Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya keresahan masyarakat akibat maraknya aksi kriminal di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan, menyatakan seluruh pelaku diamankan dalam operasi terukur yang melibatkan personel di lapangan. “Selama kegiatan yang digelar ini sebanyak 21 orang diamankan. Di antaranya 13 diserahkan ke Polres Belawan dan 8 orang dipulangkan kepada keluarga,” ujarnya kepada wartawan.

Wahyu menegaskan, operasi tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah pesisir yang dinilai rawan tindak kejahatan. “Setiap ancaman terhadap keamanan masyarakat akan kami hadapi dengan tindakan tegas dan terukur,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, TNI AL juga tetap menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian guna memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan. “Kami tetap koordinasi bersama Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Belawan selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis pelabuhan di Sumatera Utara dengan aktivitas ekonomi tinggi, namun juga kerap menghadapi persoalan kriminalitas seperti pencurian, begal, dan gangguan keamanan lainnya. Kondisi ini mendorong dilakukannya langkah cepat guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Penindakan terhadap puluhan pelaku kejahatan tersebut dinilai memberikan dampak langsung berupa peningkatan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat di lapangan. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menekan angka kriminalitas di wilayah pesisir yang menjadi jalur vital aktivitas ekonomi.

Ke depan, TNI AL menyatakan akan terus meningkatkan patroli dan operasi keamanan di wilayah rawan, serta memperkuat sinergi dengan kepolisian dan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *