TMMD ke-128 Selayar Buka Akses Desa Terpencil, Hidupkan Kembali Harapan Petani

Image

Image

Image

Image

KEPULAUAN SELAYAR — Deru alat berat memecah kesunyian perbukitan Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, saat Program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai pada 22 April 2026.

Program yang dilaksanakan oleh Kodim 1415 Selayar itu dibuka langsung Wakil Bupati Kepulauan Selayar Muchtar melalui upacara di Lapangan Sukadin.

Dalam sambutan Bupati Kepulauan Selayar yang dibacakannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas konsistensi TNI menjalankan program TMMD sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat desa dan wilayah kepulauan.

“TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa,” ujar Muchtar.

TMMD ke-128 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” dengan fokus pembangunan fisik dan nonfisik secara terpadu untuk membuka akses pembangunan, menghidupkan kembali potensi pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.

Jalan Tani Jadi Harapan Baru Petani

Kelurahan Batangmata Sapo dipilih sebagai pusat pelaksanaan TMMD karena memiliki potensi pertanian besar namun selama bertahun-tahun terkendala infrastruktur.

Wilayah yang berada di ketinggian sekitar 380 meter di atas permukaan laut itu dikenal sebagai kawasan perkebunan berhawa sejuk dengan sumber mata air melimpah. Namun akses jalan menuju lahan pertanian dan perkebunan rusak, sempit, bahkan tertutup semak belukar akibat lama tidak tersentuh pembangunan.

Melalui TMMD, Satgas bersama masyarakat membuka jalan tani sepanjang 3.350 meter dengan lebar lima meter lengkap dengan drainase sepanjang 180 meter di Batangmata Sapo. Sementara di Desa Tamalanrea dibangun jalan tani sepanjang 1,2 kilometer.

Tokoh masyarakat Selayar Jamaluddin menilai pembangunan akses jalan tani menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali sektor pertanian masyarakat.

“Dengan adanya pembukaan jalan tani ini, tentu sangat membantu petani dalam mengakses lahan pertanian dan perkebunan, terutama untuk pengangkutan hasil panen serta aktivitas pertanian lainnya,” ujarnya.

Warga Batangmata Sapo, Mahamud, mengaku pembangunan jalan tani menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau lahan perkebunan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya jalan ini. Dulu akses kami sangat sulit, apalagi saat hujan,” katanya.

Terintegrasi dengan Program Ketahanan Pangan

Program TMMD ke-128 juga terintegrasi dengan program Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP).

Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali mengatakan pembangunan jalan tani sangat membantu pengembangan sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Melalui program TMMD ini kami selaku pemerintah daerah sangat terbantu dalam mewujudkan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Selain kelapa, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat mengembangkan jagung sebagai tanaman sela guna meningkatkan pendapatan petani.

Air Bersih Hingga RTLH di Pulau Terluar

Selain pembangunan jalan tani, TMMD juga menghadirkan berbagai fasilitas dasar bagi masyarakat.

Di Desa Tamalanrea, Satgas TMMD membangun lima unit tower air bersih lengkap dengan bak penampungan dan jaringan perpipaan melalui program unggulan TNI Manunggal Air.

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1415 Selayar Letkol Czi Yudo Harianto mengatakan program tersebut sangat dibutuhkan warga karena wilayah itu kerap mengalami kendala distribusi air bersih akibat pemadaman listrik.

TMMD juga merehabilitasi rumah warga dan membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Sementara di Pulau Gusung, Desa Kahu-Kahu, Kecamatan Bontoharu, Satgas membangun rumah layak huni lengkap dengan MCK dan penerangan tenaga surya.

Untuk mencapai lokasi tersebut, personel Satgas harus menempuh perjalanan laut sekitar dua jam menggunakan perahu nelayan.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bahkan turun langsung meninjau pembangunan RTLH di Pulau Gusung.

“Pembangunan seperti ini bukan hanya tentang rumah, tetapi bagaimana TNI hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Ditutup Pangdam XIV Hasanuddin

TMMD ke-128 Kodim 1415 Selayar resmi ditutup pada 21 Mei 2026 melalui upacara di Lapangan Gelora Batangmata.

Penutupan dipimpin langsung Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan dihadiri Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, unsur Forkopimda, serta pejabat TNI lainnya.

Pelaksanaan TMMD kali ini disebut menjadi salah satu yang paling bersejarah di Kepulauan Selayar karena untuk pertama kalinya penutupan TMMD dihadiri empat jenderal TNI sekaligus.

Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Bangun Nawoko.

Kini jalan tani mulai terbuka, air bersih mengalir, rumah warga kembali layak huni, dan semangat masyarakat untuk kembali mengelola lahan pertanian mulai tumbuh di wilayah perbukitan dan pelosok kepulauan Selayar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *