Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 5,1 Kilogram Sabu dari Malaysia di Pelabuhan Tarakan

JAKARTA, Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat sekitar 5,1 kilogram berhasil digagalkan aparat gabungan di Security Check Point (SCP) X-Ray Terminal Kedatangan Penumpang Pelabuhan Malundung, Tarakan, Kalimantan Utara, pada Kamis (18/6/2026).

Pengungkapan kasus bermula ketika petugas yang melakukan pemeriksaan melalui mesin X-Ray mendeteksi adanya barang mencurigakan di dalam bagasi seorang penumpang kapal SB Indomaya yang baru tiba dari Tawau, Malaysia. Kecurigaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan penumpang.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan narkotika jenis sabu yang dikemas secara rapi dan disamarkan di dalam delapan bungkus makanan ringan. Modus tersebut diduga digunakan pelaku untuk mengelabui pemeriksaan serta menghindari kecurigaan petugas di jalur kedatangan internasional.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sabu tersebut diduga akan diedarkan ke wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Jika berhasil lolos, narkotika tersebut berpotensi beredar di masyarakat dan menimbulkan dampak serius terhadap keamanan serta kesehatan masyarakat.

Keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil sinergi dan koordinasi antara Bea Cukai, BAIS TNI, serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utara yang secara rutin melakukan pengawasan terhadap jalur perlintasan laut internasional di kawasan perbatasan.

Setelah diamankan di lokasi kejadian, pelaku beserta seluruh barang bukti langsung diserahkan kepada penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat kini masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara yang diduga terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa jalur laut perbatasan masih menjadi salah satu sasaran jaringan narkotika internasional untuk memasukkan barang haram ke wilayah Indonesia. Modus penyamaran menggunakan kemasan makanan ringan menjadi salah satu cara yang digunakan pelaku untuk mengelabui petugas.

Aparat mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi terkait dengan peredaran narkotika. Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam memutus jaringan penyelundupan serta peredaran narkoba di wilayah perbatasan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *