Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad membantu masyarakat mengelola hasil panen dengan melakukan penjemuran padi di Desa Fatuba’a, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pertanian sekaligus mempererat hubungan TNI dengan masyarakat di wilayah perbatasan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Danpos Dafala Gino Ari Wibowo bersama personel pos yang turun membantu warga dalam proses penjemuran padi. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas hasil panen sebelum disimpan atau dipasarkan.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan, termasuk di sektor pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan keterlibatan Satgas merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat perbatasan.
“Semoga apa yang kami lakukan dapat meringankan beban warga serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” kata Gino.
Wilayah perbatasan seperti Belu memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan sekaligus kedaulatan negara. Namun, keterbatasan akses dan sumber daya kerap menjadi tantangan bagi petani dalam mengelola hasil pertanian, termasuk proses pascapanen yang menentukan kualitas gabah.
Kehadiran personel TNI dalam membantu kegiatan pertanian dinilai memberikan dampak positif, terutama dalam menjaga kualitas produksi dan mempercepat proses kerja di lapangan. Selain itu, keterlibatan ini juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian dari strategi pembinaan teritorial.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Yonarmed 12 Kostrad menyatakan akan terus mendukung kegiatan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan kesejahteraan warga perbatasan. Pendampingan serupa diharapkan berlanjut untuk meningkatkan produktivitas dan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
