KUPANG, 19 Juni 2026 — Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah perbatasan. Melalui Pos Oepoli Pantai, personel satgas melaksanakan kegiatan Tenaga Pendidik (Gadik) di SD GMIT Natemnanu, Desa Natemnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (16/6).
Kegiatan tersebut difokuskan pada pemberian pembelajaran dasar kepada para siswa sekaligus penanaman nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat belajar sejak usia dini. Kehadiran personel Satgas di lingkungan sekolah mendapat sambutan positif dari para guru dan siswa yang mengikuti proses belajar mengajar dengan antusias.
Program Gadik merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial yang dilaksanakan Satgas Pamtas untuk membantu mendukung sektor pendidikan di wilayah perbatasan yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses dan sarana pendukung pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, personel Satgas memberikan materi pembelajaran dasar yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa. Selain itu, para siswa juga diajak untuk memahami pentingnya disiplin, kerja keras, dan rasa cinta tanah air sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu meningkatkan kemampuan dasar belajar siswa sekaligus memperkuat pembentukan karakter generasi muda di kawasan perbatasan. Pendidikan karakter dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Wilayah perbatasan memiliki peran strategis sebagai beranda terdepan negara. Oleh karena itu, pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat kualitas kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda yang tinggal di kawasan tersebut.
Melalui program Gadik, Satgas Pamtas tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat. Kehadiran personel TNI di sekolah-sekolah perbatasan diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka.
Selain meningkatkan kemampuan akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat. Interaksi yang terjalin secara langsung melalui kegiatan pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat rasa percaya diri anak-anak dalam menempuh pendidikan.
Dengan dukungan berbagai pihak, upaya peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan diharapkan terus berkembang sehingga anak-anak di daerah terdepan Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa mendatang.
