Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Bantu Mengajar di SD Katolik Buk, Tanamkan Disiplin dan Wawasan Kebangsaan

Personel Pos Nino Dukung Pendidikan Anak Perbatasan di Kabupaten Timor Tengah Utara

TIMOR TENGAH UTARA – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad melalui Pos Nino membantu kegiatan belajar mengajar di SD Katolik Buk, Desa Buk, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan di wilayah perbatasan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Dalam kegiatan itu, personel Satgas tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga memberikan materi tentang kedisiplinan, semangat belajar, dan wawasan kebangsaan kepada para siswa.

Melalui pendekatan yang interaktif, para prajurit memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat belajar dan memiliki cita-cita yang tinggi. Nilai-nilai kebangsaan juga diperkenalkan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, terutama bagi anak-anak yang tinggal di kawasan perbatasan negara.

Satgas Yonarhanud 2 Kostrad menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kegiatan pembinaan di sekolah menjadi salah satu upaya untuk membantu menciptakan lingkungan belajar yang positif sekaligus memperkuat karakter pelajar.

Materi yang diberikan kepada siswa mencakup pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari, menghormati guru dan orang tua, menjaga semangat belajar, serta memahami arti persatuan dan kesatuan bangsa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pembinaan teritorial Satgas Pamtas yang tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga mendukung pembangunan sosial masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

Wilayah Kecamatan Bikomi Nilulat merupakan salah satu daerah yang berada di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Di daerah seperti ini, kehadiran aparat negara melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan dinilai penting untuk memperkuat rasa kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bagi para siswa SD Katolik Buk, kehadiran personel TNI di ruang kelas memberikan pengalaman berbeda dan menambah motivasi belajar. Selain memperoleh materi pelajaran, mereka juga mendapatkan teladan mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada bangsa.

Program pendampingan pendidikan yang dilakukan Satgas Pamtas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak-anak perbatasan, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *