Petani Tabalong Terapkan Pengendalian Hama Terpadu Pascapelatihan BPTPH

TABALONG — Kelompok tani di Kelurahan Pembataan mulai menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) setelah mengikuti pelatihan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang diinisiasi UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kabupaten Tabalong.

Kepala UPTD BPTPH Kabupaten Tabalong, Dony Tugas Prasetyo mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemandirian petani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian hama maupun penyakit tanaman secara efektif dan ramah lingkungan.

“Kita ingin meningkatkan pemahaman petani dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan secara efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Dony, Selasa.

Dalam pelatihan itu, petani dibekali teknik budidaya tanaman sehat, metode pengamatan OPT, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman secara berkelanjutan. Salah satu materi yang diberikan yakni penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) untuk membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus menekan serangan penyakit.

Metode perendaman benih padi menggunakan larutan PGPR diyakini mampu memacu pertumbuhan tanaman serta mencegah serangan jamur patogen pada tanaman padi.

Varietas padi yang dibudidayakan petani di Kelurahan Pembataan antara lain Inpari 32, Inpari 9, dan Mekongga. Adapun jenis gangguan yang kerap menyerang meliputi jamur Pyricularia oryzae penyebab penyakit blas, serta hama burung manyar, burung pipit, tikus sawah, dan penggerek batang padi.

Selain itu, petani juga mendapat edukasi mengenai pemanfaatan tanaman refugia sebagai habitat musuh alami hama serta penggunaan Trichocompost sebagai pupuk organik untuk memperbaiki kondisi tanah.

“Petani juga mendapat edukasi pemanfaatan refugia sebagai habitat musuh alami hama serta penggunaan Trichocompost sebagai pupuk organik yang dapat membantu memperbaiki kondisi tanah,” tambah Dony.

Pelatihan turut menekankan pentingnya penggunaan pestisida secara bijak dan sesuai dosis agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan maupun lingkungan.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Alfi Sahriyanor dan Eka Retno memberikan pendampingan terkait penerapan PHT untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia pertanian.

Kegiatan tersebut melibatkan Brigade Perlindungan Tanaman Kecamatan Murung Pudak, penyuluh pertanian setempat, serta tim UPTD BPTPH Kabupaten Tabalong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *