Pertamina Pastikan Stok BBM Kalimantan Tengah Aman di Tengah Antrean Panjang SPBU

PALANGKA RAYA, 10 Mei 2026 — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya, dalam kondisi aman dan mencukupi di tengah terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Isfahani, mengatakan stok berbagai jenis BBM saat ini masih berada dalam batas aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pertamax hari ini tersedia 1.172.000 liter, kemudian Pertalite tersedia lebih dari 3.300.000 liter,” ujar Isfahani di Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026).

Selain itu, stok Biosolar juga disebut mencapai 2.179.000 kiloliter dengan ketahanan pasokan minimal hingga 11 hari ke depan.

“Artinya ini cakupan ini sangat kuat untuk kita amankan dan simulasi untuk pengiriman kargo itu sudah terencana,” katanya.

Pertamina menjelaskan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, khususnya di Palangka Raya, sedang diatasi melalui sejumlah langkah percepatan distribusi. Salah satunya dengan mengoperasikan beberapa SPBU selama 24 jam untuk mempercepat pelayanan pengisian BBM kepada masyarakat.

Selain itu, distribusi pasokan diperkuat melalui dukungan dari terminal BBM di beberapa wilayah sekitar Kalimantan Tengah.

“Saat ini ditopang oleh terminal BBM di Pulau Pisau dan juga mendapatkan dukungan secara RAE atau Regular Alternative Emergency melalui Terminal BBM di Banjarmasin,” ujar Isfahani.

Pertamina juga meningkatkan kapasitas armada distribusi dengan menambah kesiapan mobil tangki hingga 54 persen guna mempercepat pengiriman BBM ke SPBU-SPBU di wilayah terdampak antrean.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena pasokan BBM dipastikan masih tersedia.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Kalimantan Tengah melalui sinergi bersama pemerintah daerah serta lainnya,” kata Edi.

Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Palangka Raya menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya permintaan BBM serta penyesuaian distribusi pasokan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

Situasi antrean BBM berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik apabila berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, stabilitas distribusi energi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran transportasi, aktivitas ekonomi, hingga layanan publik di daerah.

Pemerintah daerah bersama Pertamina saat ini terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pertamina juga menyatakan akan terus memantau kondisi lapangan serta melakukan penyesuaian distribusi apabila diperlukan guna mempercepat normalisasi pasokan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *