Pemerintah Dorong Optimalisasi Embung dan Pompanisasi, Jaga Produktivitas Pertanian Saat Musim Kemarau

TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung mendorong para petani mengoptimalkan pemanfaatan embung dan sistem irigasi perpompaan sebagai langkah menghadapi potensi kekurangan air selama musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas tanaman pangan dan hortikultura sekaligus meminimalkan risiko gagal panen.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Sumarno, mengatakan seluruh sumber air yang tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal agar kebutuhan irigasi lahan pertanian tetap terpenuhi.

“Menghadapi musim kemarau, para petani kami minta memanfaatkan seluruh sumber air yang tersedia,” ujar Sumarno, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, petani di wilayah dataran tinggi dapat mengandalkan embung sebagai sumber pasokan air selama musim kemarau. Saat ini, Kabupaten Temanggung telah memiliki 21 embung yang tersebar di kawasan rawan kekeringan, dengan kapasitas mengairi lahan pertanian hingga sekitar 30 hektare untuk setiap embung.

Selain embung, pemerintah juga mendorong optimalisasi sistem pompanisasi sebagai solusi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian yang membutuhkan. Teknologi tersebut dinilai efektif menjaga ketersediaan air, khususnya bagi komoditas pangan dan hortikultura.

“Petani juga sebaiknya mengoptimalkan sistem pompanisasi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Irigasi perpompaan bisa menjadi solusi menjaga kecukupan air,” katanya.

Sumarno menjelaskan, program irigasi perpompaan telah diterapkan untuk mendukung budidaya berbagai komoditas, seperti padi dan cabai, sehingga kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi meski curah hujan menurun.

Melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal, pemerintah berharap produktivitas sektor pertanian tetap terjaga selama musim kemarau, sehingga hasil panen tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan dapat dipertahankan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *