BOYOLALI – Panglima Komando Daerah Angkatan Udara (Pangkodau) II Marsda TNI M. Untung Suropati meninjau pengembangan kawasan ketahanan pangan dan sarana edukasi pertanian yang dikelola Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Selasa (2/6/2026). Peninjauan dilakukan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), Edu Park SMA Pradita Dirgantara, serta kawasan Integrated Farm Lanud Adi Soemarmo sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan dan optimalisasi pemanfaatan lahan produktif milik TNI AU.
Kedatangan Pangkodau II disambut langsung Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi beserta jajaran pejabat Lanud, termasuk Komandan Depohar 50, Komandan Wingdik 400/Matukjur, para kepala dinas, dan Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara dr Siswanto.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Teritorial Lanud Adi Soemarmo Kolonel Lek Amrico memaparkan perkembangan program pemanfaatan lahan yang telah dikembangkan menjadi kawasan ketahanan pangan terpadu. Program tersebut mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga sarana edukasi yang melibatkan personel TNI AU dan peserta didik.
“Pemanfaatan lahan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan di bidang pertanian, peternakan, serta perikanan,” jelas Kolonel Lek Amrico dalam paparannya.
Di kawasan SMA Pradita Dirgantara, Lanud Adi Soemarmo mengembangkan konsep Edu Park yang memadukan fungsi produksi pangan dan pendidikan. Berbagai komoditas dibudidayakan di area tersebut, antara lain melon dengan sistem greenhouse, tanaman kelengkeng, tebu, budidaya ikan patin, serta peternakan kambing.
Sementara itu, kawasan Integrated Farm yang berada di lingkungan Lanud Adi Soemarmo dikembangkan melalui sistem pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem. Komoditas yang dibudidayakan meliputi padi, berbagai jenis sayuran, peternakan ayam, bebek, kambing, serta budidaya ikan lele dan patin. Adapun lahan di Setukpa dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman tebu.
Usai menerima paparan, Marsda TNI M. Untung Suropati meninjau langsung lokasi budidaya dan fasilitas yang telah dibangun guna melihat perkembangan program di lapangan. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus dukungan terhadap penguatan program ketahanan pangan di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Program ketahanan pangan yang dikembangkan Lanud Adi Soemarmo sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai satuan TNI di seluruh Indonesia turut mengembangkan lahan pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai kontribusi terhadap penyediaan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Selain mendukung ketersediaan pangan, keberadaan Edu Park dinilai memiliki nilai strategis dalam membangun literasi pertanian bagi generasi muda. Melalui fasilitas tersebut, siswa SMA Pradita Dirgantara dan personel Lanud dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik budidaya modern, pengelolaan peternakan, hingga sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan.
Pengembangan kawasan ketahanan pangan terpadu ini juga memberikan dampak ekonomi dan edukatif yang lebih luas. Integrasi antara sektor pertanian, peternakan, dan perikanan memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien sekaligus menjadi model pengelolaan lahan produktif yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Ke depan, Lanud Adi Soemarmo akan terus mengoptimalkan pengelolaan kawasan Edu Park dan Integrated Farm sebagai pusat pembelajaran sekaligus penguatan ketahanan pangan. Program tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan internal, meningkatkan keterampilan sumber daya manusia, serta menjadi kontribusi nyata TNI AU dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
