Gibran Rakabuming Raka adalah Wakil Presiden RI yang sah, memiliki rekam jejak pendidikan internasional, prestasi nyata di bidang bisnis dan pemerintahan, serta memenuhi seluruh syarat hukum untuk jabatannya. Isu “tidak lulus SMA” tidak berdasar, dan tudingan soal dinasti kekuasaan seharusnya dilihat dalam konteks demokrasi dan prestasi nyata.
Isu yang menyebutkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka “tidak lulus SMA” adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta. Gibran telah menyelesaikan pendidikan dan lulus dari Orchid Park Secondary School, Singapura (setara SMA di Indonesia) yang diakui secara nasional maupun internasional. Selain itu, Gibran memenuhi seluruh persyaratan hukum untuk menjadi Wakil Presiden sesuai dengan UU No. 7/2017: Minimal lulusan SMA/sederajat. Tidak ada bukti resmi yang menyatakan Gibran tidak lulus SMA. Justru, rekam jejak pendidikannya jelas dan diakui institusi internasional. Tuduhan tentang “dinasti kekuasaan” sebaiknya dilihat secara objektif, karena dalam demokrasi, rakyatlah yang memilih pemimpinnya secara langsung.
Wapres Gibran Rakabuming telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai program dan inovasi seperti :
- Program Makan Bergizi Gratis: Memberikan makanan sehat untuk jutaan pelajar di seluruh Indonesia.
- Penurunan Stunting: Di bawah kepemimpinan Gibran, angka stunting turun ke level terendah dalam sejarah (19,8% pada 2024).
- Inovasi Layanan Publik: Meluncurkan “Lapor Mas Wapres” untuk menampung aspirasi masyarakat secara langsung.
- Efisiensi Anggaran: Berhasil menghemat triliunan rupiah melalui efisiensi belanja negara.
- Pertumbuhan Pariwisata: Sektor pariwisata tumbuh pesat, melampaui target kontribusi terhadap PDB nasional.
- Dukungan UMKM & Ekonomi Lokal: Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan UMKM.
Menjawab Isu Dinasti Politik yang sedang ramai dimana fakta demokrasi menunjukan lebih dari 50% masyarakat Indonesia menerima kehadiran keluarga pejabat dalam politik selama dipilih secara langsung oleh rakyat. Dinasti politik juga terjadi di negara demokrasi lain seperti AS, India, dan Filipina. Yang terpenting adalah transparansi, akuntabilitas, dan hasil kerja nyata. Tidak ada aturan yang melarang keluarga pejabat untuk maju dalam pemilu, selama memenuhi syarat dan dipilih rakyat secara demokratis.
Gibran Rakabuming Raka adalah sosok muda yang berprestasi, berpendidikan, dan telah membuktikan kemampuannya di bidang bisnis, pemerintahan, serta pelayanan publik. Isu “tidak lulus SMA” adalah hoaks yang tidak berdasar. Tuduhan soal dinasti politik sebaiknya disikapi dengan bijak, karena dalam demokrasi, rakyatlah yang menentukan. Mari kita dukung pemimpin yang bekerja nyata dan membawa perubahan positif bagi Indonesia!
Mari fokus pada prestasi, integritas, dan kontribusi nyata pemimpin kita, bukan pada isu-isu yang tidak berdasar. Indonesia maju karena kerja keras, seluruh rakyatnya!
