BERAU, 12 Mei 2026 — DPRD Berau meminta pemerintah daerah segera mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi musim kemarau panjang dan fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada Juni hingga Agustus 2026.
Peringatan dini terkait potensi El Nino sebelumnya telah disampaikan oleh BMKG yang memprediksi adanya kenaikan suhu permukaan laut serta penurunan curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Berau.
Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, mengatakan pemerintah tidak boleh menunda langkah antisipasi karena dampak musim kemarau ekstrem dapat memicu berbagai bencana lingkungan dan gangguan aktivitas masyarakat.
“Langkah pencegahan memang harus segera dilakukan untuk meminimalisir dampak yang terjadi, jangan nanti-nanti, menunggu situasi kian parah, baru bergerak,” tegas Frans.
Menurutnya, kondisi cuaca panas ekstrem berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, terganggunya sektor pertanian dan perikanan, hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Frans mendorong pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Berau dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau untuk segera melakukan langkah kesiapsiagaan.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain pemetaan wilayah rawan kebakaran, patroli rutin, serta memastikan kesiapan armada dan peralatan penanganan bencana.
“Langkah pencegahan menurut saya jauh lebih efektif dibanding penanganan ketika terjadi bencana, sebab risiko kerugiannya bisa ditekan,” ujarnya.
Selain pemerintah, Frans juga mengimbau masyarakat agar ikut meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta mulai menyiapkan cadangan air menghadapi potensi kekeringan.
Ia menegaskan bahwa penanganan dampak El Nino merupakan tanggung jawab bersama sehingga seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam upaya pencegahan sejak dini.
“Semua pihak perlu bersama-sama memperhatikan, jika dampak El Nino ini sangat fatal apabila tidak diantisipasi secara cepat dan tepat,” pungkasnya.
