93 Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Juni, Pemerintah Rekrut 3.000 Guru dan 5.000 Tenaga Kependidikan

JAKARTA – Pemerintah mempercepat pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai Juli mendatang. Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan rekrutmen lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan guna mendukung operasional sekolah yang menjadi program prioritas nasional tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum agar seluruh fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan oleh siswa dari keluarga kurang mampu.

“Target penyelesaian pembangunan pada 93 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat, nanti akan disampaikan langsung, yang semuanya telah diusahakan, didukung, di-support oleh Pak Menteri PU untuk dilakukan percepatan, agar bulan Juli bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun 2026/2027,” kata Gus Ipul usai pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Jumat (29/5/2026).

Menurut Gus Ipul, pembangunan 93 Sekolah Rakyat tersebut merupakan bagian dari tahap kedua pengembangan program yang dirancang pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem di berbagai daerah.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya. Dari total 93 lokasi pembangunan, terdapat lima titik yang masuk kategori zona merah karena menghadapi kendala pendanaan dan keterbatasan sumber daya manusia. Namun pemerintah memastikan berbagai hambatan tersebut terus diatasi melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mempersiapkan kebutuhan sumber daya manusia dalam jumlah besar untuk menunjang operasional sekolah. Rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan dilakukan secara bertahap menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

“Tahun ini kita insyaAllah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini,” ujar Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sekolah ini dirancang dengan konsep berasrama dan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk penyediaan fasilitas pendidikan, tempat tinggal, serta kebutuhan penunjang lainnya.

Pemerintah menilai keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan sistem pendidikan yang terintegrasi, siswa diharapkan memperoleh lingkungan belajar yang lebih kondusif dan berkelanjutan.

Dampak program ini tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga membuka peluang kerja baru melalui rekrutmen ribuan guru dan tenaga kependidikan. Kehadiran sekolah-sekolah baru tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pendidikan.

Ke depan, pemerintah akan terus melakukan sinkronisasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat permanen berjalan sesuai target. Setelah tahap II selesai, pemerintah juga akan melakukan evaluasi dan pemetaan kebutuhan guna memperluas jangkauan program ke lebih banyak wilayah yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *