PARIGI MOUTONG — Program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1306/Kota Palu menghadirkan perubahan besar bagi masyarakat Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong.
Selama 30 hari pelaksanaan, berbagai pembangunan fisik dan nonfisik berhasil mengubah wilayah yang sebelumnya terisolasi menjadi desa dengan akses infrastruktur dan layanan dasar yang lebih baik.
Salah satu hasil utama program tersebut ialah pembangunan dan pengerasan jalan sepanjang lima kilometer yang membelah kawasan perkebunan warga. Jalan itu kini menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, termasuk komoditas unggulan seperti durian montong dan nilam.
Sebelumnya, jalan tersebut kerap berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan sehingga menyulitkan petani mengangkut hasil panen.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1306/Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo mengatakan lokasi TMMD dipilih berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat melalui proses musyawarah bersama pemerintah daerah.
“TMMD bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan ketahanan sosial masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan jalan, program TMMD juga menghadirkan lima titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama saat musim kemarau.
Warga Desa Sausu Trans, Sadewo, mengaku keberadaan sumur bor sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Program tersebut juga merehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni menjadi hunian semi permanen yang lebih layak, membangun fasilitas MCK umum, membuka lahan ketahanan pangan, hingga membagikan paket penanganan stunting dan layanan kesehatan gratis bagi warga.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga melaksanakan berbagai penyuluhan seperti mitigasi bencana, kesehatan dan stunting, wawasan kebangsaan, hukum dan kamtibmas, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa.
“Sinergi materiil dan non-materiil inilah yang sesungguhnya menyelamatkan masa depan generasi kita di daerah keterbatasan akses,” katanya.
Untuk memastikan kualitas pembangunan berjalan sesuai standar, Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) juga turun langsung memantau seluruh sasaran TMMD di lapangan.
Ketua Tim Wasrik, Kolonel Inf Heri BW menegaskan bahwa program TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat sehingga seluruh pekerjaan harus tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Puncak kegiatan ditandai upacara penutupan yang dipimpin Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa hasil pembangunan fisik memang selesai dalam waktu singkat, namun semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat harus terus dijaga.
“Jaga jalan ini, rawat air bersih ini, karena di setiap jengkalnya ada keringat persaudaraan kita,” ujarnya.
