Tim Gabungan Temukan Empat Warga Hilang di Hutan Mintu dalam Keadaan Selamat

KOTAMOBAGU, 20 Juni 2026 — Operasi pencarian terhadap empat warga Lorong Agoan, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Mintu berhasil membuahkan hasil. Keempat warga ditemukan dalam kondisi selamat pada Sabtu (20/6/2026) setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif menyusul instruksi Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, kepada Komandan Korem 131/Santiago, Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, untuk mengerahkan unsur kewilayahan Kodim 1303/Bolaang Mongondow.

Proses pencarian melibatkan personel Koramil 1303-05/Kotabunan, Polri, Basarnas, serta masyarakat setempat. Operasi dipimpin oleh Babinsa Koramil 1303-05/Kotabunan, Serka Sutoyo, bersama Serda Rusdin Mamonto. Setelah dilakukan penyisiran di sejumlah titik hutan, tim berhasil menemukan para korban di sebuah gubuk darurat yang mereka bangun sebagai tempat berteduh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keempat warga tersebut sebelumnya berangkat menuju lokasi pertambangan di kawasan hutan Mintu pada Jumat (19/6/2026). Namun hingga malam hari mereka tidak kembali, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat dan memicu pelaksanaan operasi pencarian.

Saat ditemukan, seluruh korban berada dalam kondisi selamat. Meski demikian, satu orang korban mengalami kondisi lemas akibat kelelahan dan keterbatasan logistik selama berada di dalam hutan. Tim kesehatan lapangan segera memberikan pertolongan pertama sebelum proses evakuasi dilakukan menuju lokasi yang aman.

“Setelah ditemukan, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan awal di lapangan. Satu orang yang mengalami kelelahan kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tutuyan untuk memperoleh perawatan medis lebih lanjut,” ujar salah satu anggota tim pencarian di lokasi.

Selanjutnya, tiga korban lainnya diserahkan kepada pihak keluarga setelah dipastikan dalam kondisi stabil. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan hutan yang cukup menantang.

Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan masyarakat yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pencarian tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara aparat dan warga yang bersama-sama bekerja untuk menyelamatkan masyarakat yang mengalami kesulitan.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi komando teritorial dalam mengayomi dan melayani masyarakat,” kata Mayjen TNI Mirza Agus.

Operasi pencarian tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor utama yang mempercepat proses pencarian sekaligus memastikan keselamatan para korban.

Sebagai wilayah yang memiliki kawasan hutan dan medan alam yang cukup luas, daerah Bolaang Mongondow dan sekitarnya kerap menghadapi tantangan dalam aktivitas pencarian dan penyelamatan. Karena itu, kesiapsiagaan aparat serta partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam mendukung respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat.

Keberhasilan operasi ini sekaligus menunjukkan peran satuan kewilayahan dalam membantu masyarakat di luar tugas pertahanan negara. Melalui pendekatan teritorial, TNI terus memperkuat kehadiran di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan sosial, penanggulangan bencana, maupun operasi kemanusiaan lainnya.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap jalur-jalur aktivitas masyarakat di kawasan hutan serta meningkatkan sosialisasi mengenai keselamatan perjalanan di area terpencil. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kejadian serupa sekaligus memperkuat sistem respons darurat di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *