KETAPANG — Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut Ketapang bersama unsur Forkopimcam Kendawangan melaksanakan evakuasi terhadap Anak Buah Kapal (ABK) kapal nelayan yang mengalami musibah tenggelam di perairan Laut Jawa dan tiba di Pelabuhan Kendawangan, Kamis dini hari (15/5/2026).
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan personel Posal Kendawangan, Polsek Kendawangan, Polairud, Koramil 1203/Kendawangan, Syahbandar Kendawangan, tim medis Puskesmas Kendawangan, serta masyarakat setempat.
Sebanyak 14 ABK berhasil diselamatkan dan dievakuasi menggunakan bantuan tugboat yang melintas di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya dibawa menuju Pelabuhan Kendawangan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setibanya di pelabuhan, seluruh korban langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh tim gabungan guna memastikan kondisi para ABK tetap stabil pasca musibah di laut.
Kegiatan evakuasi tersebut menjadi bentuk sinergitas antarlembaga dalam penanganan keadaan darurat serta wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat maritim di wilayah perairan Kalimantan Barat.
Pasops Lanal Ketapang, Dian Rifia Agus Ghufron, mengimbau para nelayan dan pengguna jasa laut untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi dan angin kencang.
Sementara itu, Danposal Kendawangan, Imammul Arifin, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah perairan Laut Jawa dan sekitarnya.
Kehadiran prajurit TNI AL dalam penanganan musibah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan respons cepat, membantu masyarakat maritim, serta menjaga keselamatan pelayaran di wilayah kerja Kodaeral XII.
