Pasca Dugaan Keracunan MBG Kaliwates, Satgas Jember Sidak Tiga Dapur Gizi di Arjasa

JEMBER – Tim Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember bersama Satgas MBG Kecamatan Arjasa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Arjasa, Jumat (29/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas dugaan kasus keracunan makanan penerima program MBG di Kecamatan Kaliwates sekaligus memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kesehatan lingkungan.

Sidak dipimpin langsung oleh Camat Arjasa Andri Purnomo bersama tim gabungan yang terdiri atas unsur Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta unsur media.

“Hari ini kami selaku Satgas MBG kecamatan melakukan monitoring dan evaluasi supervisi bersama Satgas MBG kabupaten untuk menindaklanjuti perintah Bupati memonev pelaksanaan program MBG di wilayah Kecamatan Arjasa. Ada tiga lokasi dapur SPPG yang kita datangi, yakni di Desa Candijati, Biting, dan Darsono,” kata Camat Arjasa Andri Purnomo.

Menurut Andri, tiga dapur tersebut saat ini melayani ribuan penerima manfaat program MBG. Dapur SPPG Desa Candijati melayani 1.912 paket penerima manfaat, SPPG Desa Biting melayani 2.332 paket, sedangkan SPPG Desa Darsono melayani 2.420 paket. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat program MBG di Kecamatan Arjasa mencapai 6.764 paket.

Hasil inspeksi menunjukkan pelaksanaan program MBG di wilayah Arjasa berjalan relatif baik. Pemerintah kecamatan bersama puskesmas setempat sebelumnya telah rutin melakukan monitoring terhadap standar operasional Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk inspeksi kesehatan lingkungan pada setiap dapur.

“Forkopimca Arjasa dan Kepala Puskesmas sepakat bahwa upaya pencegahan jauh lebih baik daripada menangani persoalan setelah terjadi. Karena itu kami mewanti-wanti seluruh SPPG agar memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan mengelola limbah sesuai standar,” ujar Andri.

Dalam hasil evaluasi kesehatan lingkungan, tingkat kepatuhan terhadap Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di SPPG Candijati mencapai 90 persen, SPPG Biting 93 persen, dan SPPG Darsono 83 persen. Meski demikian, Satgas masih menemukan sejumlah catatan perbaikan yang bersifat teknis, seperti kebutuhan alat pendingin tambahan di gudang penyimpanan serta penyediaan termometer untuk memantau suhu ruangan.

Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG Kecamatan Arjasa bersama instansi terkait menyepakati pelaksanaan supervisi kesehatan lingkungan secara berkala setiap dua bulan sekali. Langkah ini diharapkan mampu menjaga standar higienitas dapur dan meminimalkan risiko gangguan kesehatan pada penerima manfaat program.

“Kami juga meminta setiap dapur SPPG menyampaikan daftar menu kepada Muspika dan Puskesmas agar petugas gizi dapat memantau nilai gizi makanan yang diberikan kepada siswa,” kata Andri.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tengah dipersiapkan menjadi salah satu daerah percontohan pelaksanaan MBG. Bahkan, menurut informasi yang disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan mengunjungi Jember untuk meninjau langsung pelaksanaan program tersebut.

“Temuan dugaan keracunan makanan di Kecamatan Kaliwates menjadi tamparan keras bagi Kabupaten Jember. Karena itu pengawasan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia. Program ini menyasar pelajar mulai tingkat PAUD hingga SMA dengan penyediaan makanan bergizi sesuai standar nasional.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Insan Cahaya Baru sekaligus Penanggung Jawab SPPG Desa Candijati, Zainul Arifin, menyambut positif pelaksanaan inspeksi tersebut. Menurutnya, evaluasi dari pemerintah menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Kami akan terus berbenah untuk kesuksesan program MBG sekaligus sebagai percontohan. Menjaga gizi dan higienitas adalah tugas mutlak kami,” kata Zainul.

Sementara itu, Kepala SPPG Biting Della Azzura Kurniasari mengatakan inspeksi menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas dapur. Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima laporan keluhan dari penerima manfaat program.

“Alhamdulillah saat inspeksi tidak ada temuan dari tim Satgas MBG kabupaten maupun kecamatan. Dan hingga saat ini masih belum ada keluhan dari para penerima manfaat MBG,” ujarnya.

Kepala Desa Darsono Holik juga mengapresiasi pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah. Ia menilai program MBG memberikan manfaat nyata bagi pelajar di wilayahnya karena membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian anak-anak sekolah.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember akan terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG melalui supervisi berkala, evaluasi standar kesehatan lingkungan, serta peningkatan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional guna memastikan program MBG berjalan aman, tepat sasaran, dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *