Jakarta — Keberadaan juru masak atau chef bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjadi faktor kunci dalam peningkatan kapasitas dan mutu layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2, Kabupaten Bogor. Dengan dukungan tenaga profesional, dapur MBG mampu melayani ribuan penerima manfaat secara konsisten sejak awal operasional.
Kepala SPPG Jogjogan Silma 2 Didin menyampaikan bahwa keberadaan chef bersertifikat menjadi dasar dalam penentuan kapasitas layanan.
“Saya memastikan chef yang bertugas sudah bersertifikat BNSP. Dari arahan yang kami terima, jika chef sudah bersertifikat, jumlah penerima manfaat bisa lebih dari 1.000. Oleh karena itu sejak awal kami langsung melayani 1.670 penerima,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu.
Sejak mulai beroperasi pada 24 November 2025, dapur tersebut telah meningkatkan kapasitas layanan dari 1.670 menjadi 2.916 penerima manfaat. Peningkatan ini didukung kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga chef profesional yang memenuhi standar kompetensi.
“Chef bersertifikat sangat membantu dalam menjaga standar dapur, bukan hanya memasak, melainkan memastikan seluruh proses sesuai standar, dari kebersihan hingga penyajian,” kata Didin.
Ia menambahkan, penerapan standar kerja yang terstruktur juga mempermudah adaptasi relawan dalam operasional dapur. Dengan sistem yang jelas, proses produksi dan distribusi makanan dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu sesuai kebutuhan siswa penerima manfaat.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan mendukung proses belajar. Dalam implementasinya, standar higienitas, keamanan pangan, serta ketepatan distribusi menjadi aspek krusial, sehingga keberadaan tenaga profesional bersertifikat dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan.
Dari sisi dampak, penggunaan chef bersertifikat tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menjamin konsistensi mutu makanan yang diterima siswa. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, serta kepercayaan masyarakat terhadap program MBG sebagai layanan publik berbasis gizi.
Sebagai tindak lanjut, pengelola SPPG mendorong penerapan standar tenaga profesional bersertifikat di seluruh dapur MBG di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kualitas layanan tetap terjaga secara merata dan memperkuat keberlanjutan program dalam jangka panjang.
