Satu Suara Bangsa

YPPI Resmi Dideklarasikan, Generasi Muda Didorong Jadi Pelopor Solusi Bangsa

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

5 Sep 2026, 11.198 dibaca

Diperbarui: 5 Sep 2026, 13.24

Dokumentasi NASIONAL
Dok. NASIONAL Dokumentasi NASIONAL

JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Perlindungan masyarakat adat dinilai tidak cukup hanya melalui upaya mempertahankan tradisi dan warisan budaya. Keterlibatan generasi muda, penguatan kapasitas masyarakat, serta dialog dengan pemerintah dan pemangku kepentingan dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat adat mampu menghadapi perubahan dan pembangunan nasional. Hal tersebut menjadi salah satu gagasan yang diusung Yayasan Pemuda Untuk Perdamaian Indonesia (YPPI) saat mendeklarasikan kehadirannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Mengusung tema “Merawat Tanah, Menjaga Budaya, Menguatkan Masyarakat, dan Membangun Perdamaian”, YPPI menyatakan fokus pada upaya perlindungan, pemberdayaan, dan penguatan masyarakat adat di Indonesia. Ketua Umum YPPI Alfred Pabika mengatakan, masyarakat adat memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa. Selain memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal, masyarakat adat dinilai memiliki peran dalam menjaga tanah, wilayah, lingkungan, serta nilai-nilai yang diwariskan antargenerasi.

Penguatan Peran Generasi Muda dan Masyarakat Adat

Namun, keberadaan masyarakat adat juga dihadapkan pada sejumlah persoalan. Di antaranya menyangkut pengakuan dan perlindungan hak, wilayah adat, konflik agraria, keberlanjutan budaya, hingga perlindungan lingkungan hidup. Karena itu, Alfred menilai pembangunan nasional perlu melibatkan masyarakat adat sebagai bagian dari proses, bukan sekadar sebagai pihak yang menerima dampak pembangunan. Sebagaimana diulas dalam liputan MNC Trijaya, langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam mempererat persaudaraan serta mendorong kolaborasi pemuda untuk perdamaian bangsa.

“Menjaga masyarakat adat bukan hanya berarti mempertahankan warisan masa lalu. Lebih dari itu, kita harus memastikan generasi mendatang tetap memiliki tanah, budaya, identitas, lingkungan yang baik, serta ruang untuk berkembang dan menentukan masa depannya,” ujar Alfred. YPPI menegaskan kehadirannya tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan kepentingan masyarakat adat dengan agenda pembangunan.

Komitmen Menjaga Perdamaian dan Kebudayaan Bangsa

Sebaliknya, organisasi tersebut mendorong agar pembangunan dapat berlangsung dengan memperhatikan aspek keadilan, inklusivitas, keberlanjutan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat. Dalam visi yang diusung, YPPI menargetkan terwujudnya masyarakat adat yang diakui, terlindungi, dan memiliki kapasitas dalam mengelola tanah, wilayah, budaya, serta sumber daya alam secara berkelanjutan. Untuk mewujudkan visi tersebut, YPPI menyiapkan sejumlah kegiatan, mulai dari mediasi dan advokasi, kontribusi dalam penguatan kebijakan, pembangunan jejaring dan kemitraan, hingga penelitian, pendidikan, dokumentasi, dan kampanye publik.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah penguatan kapasitas generasi muda masyarakat adat. YPPI melihat generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus menghadapi tantangan sosial dan lingkungan yang terus berkembang. Generasi muda masyarakat adat diharapkan tidak hanya menjadi penerus tradisi, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai agen pembangunan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan perdamaian.

Langkah Konkret dan Sinergi Pembangunan Daerah

Upaya tersebut, menurut YPPI, membutuhkan kerja bersama dengan berbagai kelompok. Karena itu, yayasan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat adat, generasi muda, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta unsur masyarakat lainnya. Dalam acara deklarasi turut hadir Sekretaris Daerah Papua Selatan Pdt.

Albert Yoku, Steve Mara, Fajri, dan sejumlah tamu undangan. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya jejaring dialog yang dapat mempertemukan kepentingan masyarakat adat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL6 Sep 2026 · 14.19Oleh Budi Antoni

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada

JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

Baca selengkapnya