Satu Suara Bangsa

YPPI Deklarasikan Komitmen Lindungi Hak dan Kearifan Lokal Masyarakat Adat

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

5 Sep 2026, 11.221 dibaca

Diperbarui: 5 Sep 2026, 11.51

Dokumentasi NASIONAL
Dok. NASIONAL Dokumentasi NASIONAL

JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Yayasan Pemuda Untuk Perdamaian Indonesia (YPPI) mendeklarasikan kehadirannya sebagai wadah yang berkomitmen mendorong perlindungan, pemberdayaan, dan penguatan masyarakat adat di Indonesia. Deklarasi disampaikan Ketua Umum YPPI Alfred Pabika di Jakarta, Jumat, 4 September 2026. YPPI mengusung semangat “Merawat Tanah, Menjaga Budaya, Menguatkan Masyarakat, dan Membangun Perdamaian.” YPPI menilai masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus memiliki peran strategis dalam menjaga tanah, wilayah, lingkungan, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Namun, di tengah pembangunan nasional yang terus berkembang, masyarakat adat masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya pengakuan dan perlindungan hak, persoalan wilayah adat, konflik agraria, pelestarian budaya, serta perlindungan lingkungan hidup. Karena itu, YPPI menegaskan kehadirannya bukan untuk berseberangan dengan pembangunan.

Penguatan Peran Generasi Muda dan Masyarakat Adat

Organisasi ini mendorong pembangunan yang berjalan bersama masyarakat adat dengan mengedepankan prinsip keadilan, inklusivitas, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap hak masyarakat. Fokus pada Perlindungan dan Pemberdayaan Dalam menjalankan visi tersebut, YPPI akan melakukan berbagai program melalui mediasi dan advokasi, penguatan kebijakan, pembangunan jejaring dan kemitraan, serta penelitian, pendidikan, dokumentasi, dan kampanye publik. YPPI juga akan memperkuat kapasitas dan kepemimpinan generasi muda masyarakat adat agar dapat berperan sebagai agen pembangunan, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan perdamaian di tengah masyarakat. Sebagaimana diulas dalam liputan TVRI News, langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam mempererat persaudaraan serta mendorong kolaborasi pemuda untuk perdamaian bangsa.

Alfred Pabika menegaskan, perjuangan untuk masyarakat adat tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga memastikan generasi mendatang memiliki masa depan yang bermartabat. “Menjaga masyarakat adat bukan hanya berarti mempertahankan warisan masa lalu. Lebih dari itu, kita harus memastikan generasi mendatang tetap memiliki tanah, budaya, identitas, lingkungan yang baik, serta ruang untuk berkembang dan menentukan masa depannya,” kata Alfred Pabika dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 4 September 2026.

Komitmen Menjaga Perdamaian dan Kebudayaan Bangsa

Menurut Alfred, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. YPPI membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, masyarakat adat, generasi muda, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai elemen masyarakat. Dalam deklarasi tersebut, hadir Sekretaris Daerah Papua Selatan Pdt.

Albert Yoku, Steve Mara, Fajri, serta sejumlah tamu undangan lainnya. YPPI berharap dapat menjadi jembatan dialog dan kolaborasi antara masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong keadilan, menjaga kebudayaan dan lingkungan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Langkah Konkret dan Sinergi Pembangunan Daerah

YPPI menegaskan pembangunan Indonesia perlu menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses pembangunan, termasuk masyarakat adat yang selama ini berperan dalam menjaga tanah, budaya, hutan, dan lingkungan. Dalam deklarasinya, YPPI menyerukan “Mari kita rawat tanahnya, kita jaga budayanya, kita kuatkan masyarakatnya, kita libatkan generasi mudanya, dan kita bangun perdamaian bersama.”

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL6 Sep 2026 · 14.19Oleh Budi Antoni

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada

JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

Baca selengkapnya