BELU – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Laktutus bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menggelar pelayanan kesehatan dan sosialisasi pencegahan Tuberkulosis (TBC) bagi masyarakat di Puskesmas Dusun Fatubesi, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit menular sekaligus memperkuat layanan kesehatan di wilayah perbatasan.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan warga, edukasi mengenai pola hidup sehat, serta penyuluhan tentang gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Program ini ditujukan agar masyarakat dapat mengenali tanda-tanda penyakit sejak dini dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Komandan Pos (Danpos) Laktutus Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letda Arm Ananda Noor Bintoro, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Satgas terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan negara.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan sejak dini guna mencegah penyebaran TBC di lingkungan sekitar,” kata Ananda Noor Bintoro.
Menurut dia, kolaborasi antara Satgas Pamtas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, kegiatan tersebut juga bertujuan mendukung program pemerintah dalam pengendalian penyakit menular.
Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang mendapat perhatian serius di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut dapat menular melalui udara dan berpotensi menyebar lebih luas apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini.
Karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan rutin dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka penularan, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas seperti wilayah perbatasan.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta mematuhi pengobatan secara teratur bagi penderita TBC agar proses penyembuhan berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko penularan kepada orang lain.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peran aktif Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Selain menjalankan tugas pengamanan perbatasan, personel satgas juga rutin melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan, serta bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Dampak dari kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit menular dan memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan perbatasan. Langkah ini juga dinilai mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan potensi penyebaran TBC di daerah terpencil.
Ke depan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belu akan terus memperkuat sinergi melalui kegiatan pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan sejahtera di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
