Jakarta, 18 Februari 2026 – Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah dengan berpartisipasi aktif dalam Board of Peace (BoP). Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan proses pengambilan keputusan terkait Gaza berlangsung seimbang dan tidak didominasi satu pihak. Keterlibatan Indonesia menjadi bagian penting dalam upaya internasional mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Pengamat militer Khairul Fahmi menilai kehadiran Indonesia dalam forum tersebut berperan sebagai penyeimbang dalam dinamika politik global yang kompleks. Menurutnya, partisipasi aktif Indonesia dapat mencegah dominasi kekuatan tertentu dalam menentukan arah kebijakan pascakonflik Gaza. Dengan posisi tersebut, Indonesia memiliki ruang untuk menyuarakan kepentingan kemanusiaan dan stabilitas kawasan.
Selain itu, diplomasi Indonesia diperkuat melalui komunikasi intensif dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta perwakilan Palestina. Pemerintah secara konsisten menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai jalan damai yang diakui hukum internasional. Sikap ini mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada perdamaian.
Kesiapan kontribusi Indonesia dalam misi stabilisasi juga menjadi bentuk komitmen konkret. Pemerintah membuka opsi pengiriman personel TNI dalam kerangka misi perdamaian internasional apabila mendapat mandat resmi. Langkah tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menyampaikan dukungan secara diplomatik, tetapi juga siap berkontribusi langsung dalam menjaga keamanan dan perlindungan warga sipil.
Dengan keterlibatan aktif di Board of Peace, Indonesia mempertegas posisinya sebagai negara yang berperan dalam menjaga keseimbangan dan keadilan global. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen nasional untuk memastikan proses perdamaian di Gaza berjalan inklusif, berlandaskan hukum internasional, serta mengedepankan kepentingan kemanusiaan.
