TNI AL Buka Program Mudik Gratis Lebaran 2026 Menggunakan Kapal Perang

Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) membuka program mudik gratis Lebaran 2026 dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik secara aman dan nyaman.

Program ini akan melayani rute dari Jakarta menuju Semarang, Surabaya, dan Bangka Belitung. Tidak hanya saat arus mudik, layanan yang sama juga akan disediakan untuk arus balik dari ketiga daerah tersebut menuju Jakarta.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pembukaan jalur baru menuju Bangka Belitung dilakukan setelah adanya permintaan dari masyarakat dan pemerintah daerah.

“Ada permintaan dari Bangka Belitung, ini juga kemungkinan akan kita penuhi dari Jakarta ke Bangka Belitung,” ujar Muhammad Ali saat jumpa pers di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (11/3/2026).

Dua Kapal Perang Disiapkan

Dalam pelaksanaannya, TNI AL akan mengerahkan dua kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) untuk mengangkut pemudik.

Namun hingga saat ini, pihak TNI AL belum mengumumkan secara resmi nama kapal perang yang akan digunakan dalam program tersebut.

Selain penumpang, masyarakat yang mengikuti program ini juga diperbolehkan membawa kendaraan roda dua ke dalam kapal.

Informasi mengenai mekanisme dan tata cara pendaftaran mudik gratis akan diumumkan melalui media sosial resmi milik TNI AL.

Pesantren Kilat di Kapal Perang

Selain program mudik gratis, TNI AL juga menggelar kegiatan pesantren kilat Ramadan di atas KRI Semarang-594 yang diikuti sekitar 400 peserta.

Peserta kegiatan terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, remaja masjid, serta organisasi keagamaan di wilayah Jabodetabek.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Maret 2026, dengan pelayaran di wilayah Teluk Jakarta.

Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai aktivitas seperti ceramah agama, shalat tarawih, shalat tahajud, kajian keagamaan, serta pembelajaran sejarah Islam.

Libatkan Berbagai Lembaga

Pelaksanaan pesantren kilat ini melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

KSAL Muhammad Ali mengatakan kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di berbagai wilayah pangkalan TNI AL lainnya selama bulan Ramadan, meskipun dengan skala yang lebih kecil.

Program mudik gratis dan pesantren kilat ini menjadi bagian dari kontribusi TNI AL dalam membantu masyarakat selama musim mudik Lebaran sekaligus membangun karakter generasi muda yang religius, cinta tanah air, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *