Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus ditegaskan sebagai bagian strategis percepatan pembangunan wilayah pedesaan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan TNI. Program ini dinilai sebagai bentuk keterpaduan lintas sektor untuk meningkatkan infrastruktur dasar sekaligus kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai TMMD sebagai terobosan pembangunan yang mengintegrasikan peran aparat negara, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun wilayah tertinggal.
Pelaksanaan TMMD di Kabupaten Subang melibatkan jajaran TNI dari Kodam III/Siliwangi dengan dukungan Kodim 0605/Subang sebagai satuan teritorial yang berperan langsung di lapangan. Kegiatan TMMD mencakup pembangunan dan pengerasan jalan penghubung antar desa, pembuatan jembatan, gorong-gorong, serta rehabilitasi fasilitas publik seperti pos keamanan lingkungan dan tempat ibadah. Pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur dasar tersebut sebagai kunci membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan publik bagi masyarakat pedesaan.
Selain sasaran fisik, TMMD juga mengintegrasikan program nonfisik berupa penyuluhan hukum, kesehatan, pertanian, wawasan kebangsaan, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pemerintah menilai pendekatan ini sebagai bagian dari pembangunan manusia yang terintegrasi, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat desa dan penguatan ketahanan sosial.
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya bergantung pada pemerintah dan TNI, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini dipandang sebagai model pembangunan berbasis gotong royong yang efektif dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Secara keseluruhan, TMMD dipandang sebagai kebijakan pro pemerintahan yang memperkuat kehadiran negara di wilayah pedesaan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi fondasi strategis dalam mewujudkan pembangunan yang merata, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput.
