TMMD ke-128 di Sumba Barat Daya Bangun Fasilitas MCK, TNI dan Warga Gotong Royong Tingkatkan Sanitasi

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 1629/SBD terus menunjukkan progres dengan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara personel TNI dan masyarakat sebagai upaya meningkatkan akses sanitasi di wilayah tersebut.

Anggota Satuan Tugas TMMD bersama warga setempat melanjutkan tahap awal pembangunan dengan penggalian lubang MCK. Proses ini dilakukan secara gotong royong guna mempercepat penyelesaian fasilitas yang selama ini masih terbatas di desa tersebut.

Komandan Satgas TMMD Kodim 1629/SBD menegaskan pembangunan MCK menjadi bagian penting dari program peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
“Pembangunan MCK ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan lingkungan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan warga menjadi faktor kunci keberhasilan program.
“Kebersamaan antara TNI dan masyarakat tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan emosional di lapangan,” katanya.

Program TMMD merupakan agenda terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah dengan keterbatasan infrastruktur dasar. Selain pembangunan fisik, TMMD juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan penguatan sosial.

Dari sisi dampak, pembangunan fasilitas sanitasi seperti MCK dinilai mampu menekan risiko penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kebersihan, serta mendukung perilaku hidup sehat di masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat akses sanitasi masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan.

Sebagai tindak lanjut, Satgas TMMD akan melanjutkan pengerjaan hingga fasilitas MCK dapat segera dimanfaatkan oleh warga. Program ini juga akan diiringi dengan edukasi kesehatan lingkungan agar manfaat pembangunan dapat berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *