KUPANG – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memastikan Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) siap beroperasi mulai 14 Juli 2026 untuk mendukung pelaksanaan tahun ajaran baru. Kehadiran sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, meninjau langsung progres pembangunan ruang kelas, asrama, ruang makan, serta berbagai fasilitas pendukung guna memastikan kesiapan operasional sekolah.
Hasil peninjauan menunjukkan pembangunan telah memasuki tahap akhir dengan progres gedung Sekolah Dasar mencapai 98,68 persen, Sekolah Menengah Atas 98,14 persen, dan Sekolah Menengah Pertama 87,92 persen.
“Pembangunan yang telah mencapai lebih dari 90 persen merupakan capaian yang sangat baik. Kita berharap seluruh pekerjaan dapat segera diselesaikan sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga Sekolah Rakyat dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Abdul Haris.
Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang merupakan satu-satunya Sekolah Rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selama pembangunan gedung permanen berlangsung, proses belajar mengajar masih dilaksanakan di Sekolah Rakyat Rintisan Sentra Efata milik Kementerian Sosial di Kabupaten Kupang.
Gedung permanen tersebut memiliki kapasitas hingga 1.080 peserta didik. Hingga saat ini, jumlah siswa yang telah terdaftar mencapai sekitar 390 orang, sehingga masih tersedia kuota bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) akan mulai menerima 100 peserta didik.
Abdul Haris menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas. Melalui sistem pendidikan berasrama, para siswa tidak hanya mendapatkan layanan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, pemenuhan kebutuhan dasar, serta lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik, pengelolaan asrama, layanan kesehatan, penyediaan konsumsi, hingga sistem pendampingan siswa agar proses pembelajaran berjalan optimal.
Kemenko PM juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan Program Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan kesiapan fasilitas yang terus dimatangkan, Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Kupang diharapkan menjadi pusat pendidikan yang inklusif dan berkualitas, sekaligus mendukung upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
