Program Sekolah Rakyat Bantu Keluarga Miskin di Kalsel Bangkit dari Kesulitan Ekonomi

Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah memberikan harapan baru bagi keluarga kurang mampu di berbagai daerah. Salah satu kisah datang dari keluarga Megawati di Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang kini mulai bangkit dari keterbatasan ekonomi berkat bantuan program tersebut.

Megawati (43) merupakan ibu dari Kholemy Almu Dhatser (15), siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru. Selama ini, Megawati dan suaminya, Abdullah (50), harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang beranggotakan sebelas orang.

Penghasilan Abdullah sebagai pencari ikan di pematang sawah hanya sekitar Rp80 ribu per hari dan sangat bergantung pada musim. Sementara Megawati bekerja sebagai buruh harian lepas membersihkan lahan sawah dengan upah sekitar Rp50 ribu per hari, itu pun tidak setiap hari.

Hidup dalam Keterbatasan

Kondisi ekonomi keluarga ini sempat sangat memprihatinkan. Dalam beberapa kesempatan, mereka harus bertahan dengan makanan yang sangat sederhana.

Megawati menceritakan bahwa pada salah satu sahur di bulan Ramadan, keluarganya hanya makan nasi dengan lauk garam karena tidak ada bahan makanan lain di rumah.

“Beras satu liter dibagi untuk 11 orang, tapi tidak ada lauknya, hanya ada garam,” ujar Megawati.

Bahkan, keluarga tersebut pernah mengalami listrik mati selama tiga hari karena tidak memiliki uang untuk membeli pulsa listrik.

Selain itu, Megawati juga harus berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer untuk membeli barang dagangan karena tidak memiliki kendaraan.

Bantuan Usaha dari Program Sekolah Rakyat

Harapan baru mulai muncul ketika Kementerian Sosial melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru memberikan bantuan kewirausahaan kepada keluarga tersebut.

Bantuan yang diberikan berupa:

Warung kelontong sederhana

Ternak ayam

Bantuan kebutuhan dasar dan nutrisi

Bantuan ini bertujuan membantu keluarga Megawati membangun usaha mandiri sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Megawati mengaku bantuan tersebut sangat membantu kehidupannya.

“Setelah menerima bantuan ini serasa hidup kembali, seperti pohon yang lama layu lalu disiram dan kembali mekar,” ungkapnya.

Sejak memulai usaha kecil tersebut, Megawati sudah memperoleh pendapatan sekitar Rp400 ribu dari penjualan di warung kelontong. Sebagian keuntungan digunakan untuk kebutuhan keluarga, sementara sisanya diputar kembali sebagai modal usaha.

Harapan untuk Masa Depan Anak

Selain membantu ekonomi keluarga, program Sekolah Rakyat juga memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kholemy sebelumnya sempat putus sekolah selama satu tahun karena keterbatasan biaya. Ia bahkan pernah bekerja sebagai buruh angkut sawit untuk membantu perekonomian keluarga.

Kini, berkat program Sekolah Rakyat, Kholemy dapat kembali melanjutkan pendidikan dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik.

“Kalau tidak ada program ini mungkin anak saya tidak bisa sekolah lagi,” kata Megawati.

Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat terus membantu keluarga kurang mampu agar memiliki akses pendidikan sekaligus dukungan ekonomi, sehingga mampu keluar dari lingkaran kemiskinan secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *