Program MBG Tampil di Sampul Jurnal Internasional, Dinilai Inovatif Dorong Ekonomi Pedesaan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia mendapat sorotan internasional setelah ditampilkan sebagai cerita sampul (cover story) dalam jurnal akademik Agricultural & Rural Studies edisi Volume 4 Nomor 1.

Artikel tersebut ditulis oleh Profesor Wu Yanxiong dari Akademi Revitalisasi Pedesaan Provinsi Zhejiang, Zhejiang A&F University, yang menganalisis desain dan dampak program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

Dalam kajiannya, Profesor Wu menilai program MBG memiliki pendekatan inovatif melalui konsep “tujuan ganda”, yakni mengintegrasikan perlindungan sosial dengan pembangunan ekonomi pedesaan.

Di satu sisi, program ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak sekolah. Di sisi lain, kebijakan pengadaan lokal mendorong dapur komunitas untuk memprioritaskan bahan pangan dari petani kecil, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan pasar domestik yang stabil, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan pangan di tingkat lokal. Selain itu, program ini juga berpotensi memberikan jaminan pendapatan bagi petani serta memicu perkembangan kewirausahaan di wilayah pedesaan.

Profesor Wu menyebut MBG sebagai instrumen kebijakan yang mampu mengubah program perlindungan sosial menjadi penggerak permintaan di sektor agrikultur.

Meski demikian, dalam artikelnya juga diidentifikasi sejumlah tantangan dalam implementasi program, di antaranya terkait pengawasan keamanan pangan, pengendalian mutu rantai pasok, risiko korupsi dalam proses pengadaan, serta keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Namun, apabila tantangan tersebut dapat diatasi, program MBG dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model global dalam pembangunan pedesaan yang inklusif dan berbasis kebijakan sosial.

Pengakuan dari jurnal internasional ini menjadi indikator bahwa program MBG tidak hanya berdampak secara nasional, tetapi juga mendapat perhatian di tingkat global sebagai inovasi kebijakan publik yang terintegrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *