JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyatakan bahwa program makan bergizi gratis untuk anak-anak (MBG) telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat pada awal tahun 2026. Program strategis nasional ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia Indonesia.
22.091 SPPG Dukung Distribusi MBG Nasional
Selain jumlah penerima manfaat yang terus meningkat, pemerintah juga mencatat keberadaan 22.091 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. SPPG berperan penting dalam memastikan proses produksi, distribusi, serta kualitas makanan bergizi yang diterima anak-anak dan kelompok sasaran lainnya.
Keberadaan SPPG ini menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG agar berjalan merata, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
MBG Dorong Peningkatan Gizi dan Kualitas SDM
Program makan bergizi gratis untuk anak-anak dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia unggul. Pemerintah menargetkan program ini dapat menurunkan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta memperkuat kesehatan generasi muda.
Implementasi MBG di Sekolah dan Madrasah
Pelaksanaan MBG telah berlangsung di berbagai satuan pendidikan, termasuk sekolah dan madrasah. Salah satunya terlihat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan, Sumatera Utara, di mana para siswa menerima paket makan bergizi gratis sebagai bagian dari program nasional ini.
Pemerintah Perkuat Komitmen Program MBG
Dengan capaian 60 juta penerima manfaat di awal 2026, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program MBG. Optimalisasi infrastruktur SPPG, pengawasan kualitas gizi, serta sinergi lintas kementerian menjadi fokus utama agar manfaat program dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.
Program makan bergizi gratis untuk anak-anak diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
