JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah estetika, melainkan telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Presiden menilai lonjakan volume sampah nasional tidak diimbangi dengan kapasitas pengelolaan di daerah, sehingga berpotensi memicu krisis di berbagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
TPA di Berbagai Daerah Alami Tekanan Serius
Presiden menyoroti kondisi sejumlah daerah yang telah berada di ambang krisis sampah. Di Tangerang Selatan, TPA Cipeucang saat ini tidak lagi mampu menampung lebih dari 1.000 ton sampah per hari, menyebabkan penumpukan di berbagai titik dan memicu keluhan masyarakat.
Situasi serupa juga terjadi di Bali, di mana persoalan sampah dinilai mengancam citra pariwisata nasional. Sebelumnya, Bandung, Jawa Barat, juga sempat mengalami lonjakan volume sampah yang membuat TPA penuh dan mengganggu layanan pengangkutan.
Peringatan Presiden: 2028 TPA Berpotensi Overcapacity
Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa hampir seluruh TPA di Indonesia berpotensi mengalami overcapacity pada 2028 apabila sistem pengelolaan sampah tidak segera dibenahi secara menyeluruh.
Menurut Presiden, diperlukan perubahan mendasar dalam cara pengelolaan sampah, mulai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pemerintah Dorong 34 Proyek Waste to Energy
Sebagai langkah strategis, pemerintah mendorong pembangunan 34 proyek Waste to Energy (WTE) di 34 kota. Program ini bertujuan mengubah sampah menjadi energi sekaligus mengurangi beban TPA secara signifikan.
Total investasi proyek Waste to Energy ini diperkirakan mencapai USD 3,5 miliar, dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah nasional.
Kolaborasi Nasional: TNI, Polri, dan Masyarakat Bergerak
Merespons arahan Presiden, unsur TNI, Polri, relawan, dan pelajar di Bali langsung bergerak melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kuta, Legian, hingga Jimbaran. Sekitar 1.000 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga kebersihan pesisir demi kenyamanan wisatawan serta kelestarian ekosistem laut.
Aksi ini mencerminkan semangat gotong royong dan kolaborasi nasional dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Data Sampah Nasional Ungkap Fakta Mengejutkan
Berdasarkan data tahun 2025, Indonesia diperkirakan menghasilkan 70,6 juta ton sampah per tahun. Namun, yang tercatat dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) baru mencapai 23,9 juta ton dari 238 kabupaten/kota yang melaporkan data.
Fakta menarik lainnya, penyumbang sampah terbesar di Indonesia bukan plastik, melainkan sisa makanan, yang mencapai 39–40 persen dari total sampah yang berakhir di TPA.
Presiden Ajak Semua Pihak Bersama Benahi Sampah
Melalui pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membenahi persoalan sampah, mulai dari perubahan perilaku, penguatan sistem pengelolaan, hingga pemanfaatan teknologi modern.
Persoalan sampah dinilai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan lingkungan dan generasi mendatang.
