CILACAP – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 25.000 Koperasi Merah Putih di berbagai daerah dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, dan kemandirian desa. Program tersebut menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu. Sebelum mencapai target tersebut, pemerintah berencana meresmikan sekitar 1.000 Koperasi Merah Putih dalam beberapa pekan mendatang sebagai tahap awal implementasi program nasional tersebut.
Presiden menegaskan bahwa koperasi yang dibangun bukan sekadar lembaga administratif, melainkan pusat kegiatan ekonomi yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung modern.
“Koperasi yang kita bangun bukan hanya papan nama atau konsep, tetapi koperasi yang memiliki gudang, fasilitas pendingin, serta kendaraan distribusi untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, pembangunan puluhan ribu koperasi dalam waktu relatif singkat merupakan langkah besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Program tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam rantai produksi dan distribusi nasional.
Program Koperasi Merah Putih merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa dan kelurahan. Pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80.000 koperasi di seluruh Indonesia sebagai fondasi penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Selain berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi desa, koperasi juga akan mengadopsi sistem digitalisasi dalam tata kelola usaha. Digitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan ekonomi dan keuangan.
Pemerintah menilai keberadaan Koperasi Merah Putih akan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan mempersingkat rantai distribusi pangan, koperasi diharapkan mampu menekan biaya logistik sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
Di sektor pertanian dan perikanan, koperasi akan berperan sebagai pusat distribusi pupuk, sarana produksi, hingga fasilitas penyimpanan hasil panen dan tangkapan nelayan. Kehadiran fasilitas cold storage juga dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil perikanan sehingga nilai jual produk masyarakat dapat meningkat.
Selain itu, koperasi akan menyediakan layanan simpan pinjam yang lebih mudah diakses oleh masyarakat desa. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman informal dengan bunga tinggi sekaligus memperkuat permodalan usaha mikro dan kecil.
Program Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Dengan meningkatnya kapasitas produksi dan distribusi di tingkat desa, pemerintah berharap kemandirian ekonomi masyarakat semakin kuat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah akan mempercepat proses pembentukan koperasi melalui sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha. Setelah peresmian 1.000 koperasi tahap awal, pembangunan akan terus diperluas hingga mencapai target lebih dari 25.000 koperasi dalam tiga bulan mendatang dan 80.000 koperasi secara nasional sesuai roadmap yang telah ditetapkan pemerintah.
