Papua – Pembangunan infrastruktur jalan di Papua kembali memasuki babak penting melalui peresmian sejumlah ruas jalan daerah oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah Papua.
Pembangunan jalan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antara kawasan timur dan wilayah lainnya di Indonesia. Sesuai arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, penguatan konektivitas menjadi salah satu prioritas untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing daerah, memperkuat integrasi nasional, serta membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Di Papua, terdapat lima paket pekerjaan jalan daerah yang diresmikan, yaitu ruas Kiren–Kaisau di Kabupaten Sarmi, Inasi–Bawei di Kabupaten Biak Numfor, Botawa–Koweda–Barapasi di Kabupaten Waropen, Warbo (Arso VII–Arso III) di Kabupaten Keerom, serta Skori–Puai di Kabupaten Jayapura. Kehadiran ruas-ruas jalan tersebut diharapkan mampu menghubungkan kawasan produksi dengan pusat perdagangan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih efisien.
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Papua. Menurutnya, jalan yang dibangun akan membuka keterisolasian sejumlah wilayah yang selama ini sulit dijangkau masyarakat.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden RI yang sudah membangun jalan dan bisa dinikmati oleh masyarakat. Jalan yang dibangun ini akan membuka akses daerah yang terisolir,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita di Papua membutuhkan konektivitas. Dengan jalan bisa tembus maka potensi asli kampung bisa dibawa dan dijual ke perkotaan. Dengan begitu, maka ekonomi masyarakat di kampung juga ikut bertumbuh,” katanya.
Menurut Mathius, konektivitas yang semakin baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, serta produk UMKM sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Infrastruktur yang memadai juga akan memperluas akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan, serta mendorong tumbuhnya investasi di berbagai sektor ekonomi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat sehingga pembangunan infrastruktur dapat menjangkau semakin banyak wilayah di Papua.
“Kami berharap kolaborasi yang sudah dibangun ini bisa ditingkatkan supaya seluruh daerah di Papua bisa terhubung dan ekonomi masyarakat bertumbuh,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Jayapura Yunus Wonda. Menurutnya, ruas Skori–Puai sepanjang sekitar 7 kilometer menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan memutar untuk menuju Sentani.
“Ini merupakan salah satu kerinduan masyarakat yang terjawab karena selama ini kalau masyarakat ke arah Sentani harus putar jauh, tapi dengan adanya akses jalan hari ini maka akan mempermudah masyarakat,” kata Yunus.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga telah mengusulkan pembangunan ruas jalan menuju Sabiab serta peningkatan jalan Amai–Dormena. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting karena kawasan tersebut memiliki potensi besar di sektor pariwisata.
“Daerah itu adalah pariwisata dan menjadi tujuan wisata dari banyak orang. Jika jalannya bagus maka wisatawan akan datang dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.
Peningkatan konektivitas jalan diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Infrastruktur transportasi yang baik mampu menurunkan biaya distribusi barang, mempercepat mobilitas tenaga kerja, memperluas akses pasar, serta meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi masyarakat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa investasi pada sektor infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan produktivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan daerah merupakan instrumen strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional.
“Infrastruktur jalan merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah, sesuai arahan Bapak Presiden bahwa ekonomi tumbuh dari desa,” ujar Dody.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat distribusi hasil produksi daerah, meningkatkan akses menuju pelayanan publik, mempercepat investasi, serta mendorong pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan.
“Pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil, dan merata,” tambahnya.
Bagi Papua, pembangunan infrastruktur jalan memiliki arti yang sangat strategis mengingat kondisi geografis yang didominasi pegunungan, hutan, sungai, serta kawasan yang selama ini memiliki tingkat aksesibilitas rendah. Dengan semakin terbukanya jaringan jalan, masyarakat akan lebih mudah memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga berbagai pelayanan pemerintahan. Kondisi tersebut pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat pembangunan manusia di Papua.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, pembangunan jalan juga memperkuat integrasi sosial antarwilayah. Mobilitas masyarakat yang semakin mudah akan meningkatkan interaksi ekonomi, sosial, budaya, dan pemerintahan sehingga memperkokoh persatuan nasional serta mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Berbagai pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa Papua semakin menjadi bagian penting dalam agenda transformasi pembangunan nasional. Jalan-jalan yang kini mulai terhubung bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan menjadi fondasi terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatnya investasi, berkembangnya sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat, penguatan konektivitas di Papua diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang maju, berkeadilan, dan merata dari Sabang sampai Merauke.
