NIAS UTARA – Pembangunan Jembatan Modular bantuan Presiden Prabowo Subianto di Desa Gunung Tua, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, terus menunjukkan kemajuan. Hingga Kamis (4/6/2026), progres pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Bawoni tersebut telah mencapai 43 persen dan memasuki tahap pemasangan mal abutmen sebagai persiapan struktur utama sebelum pengecoran.
Proyek yang dilaksanakan melalui Karya Bakti TNI di wilayah Koramil 07/Alasa Kodim 0213/Nias itu melibatkan personel gabungan TNI bersama masyarakat setempat. Pekerjaan saat ini difokuskan pada pemasangan mal abutmen di sisi tepi jauh jembatan yang menjadi bagian penting dalam pembangunan fondasi dan penyangga konstruksi.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Kami berharap jembatan ini segera rampung dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Infrastruktur yang baik akan memperlancar aktivitas masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan di wilayah tersebut,” ujar Kolonel Inf Sandy.
Jembatan modular dengan panjang 24 meter itu dibangun untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mengatasi keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat sekitar. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan melibatkan sejumlah satuan TNI, antara lain Koramil 07/Alasa, Yon TP 906/Senalenggam, Yon TP 908/Gajah Dompak, Yon TP 905/Tuan Syah, dan Yonzipur I/Dharma Dhirga, yang bekerja bersama masyarakat melalui semangat gotong royong.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari Program Karya Bakti TNI yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja sama dalam pembangunan wilayah.
Wilayah Kecamatan Tugala Oyo selama ini menghadapi tantangan akses transportasi akibat kondisi geografis yang dipisahkan oleh aliran sungai. Pada musim hujan, mobilitas masyarakat kerap terganggu karena keterbatasan sarana penyeberangan yang aman dan memadai.
Pembangunan jembatan modular menjadi salah satu solusi strategis untuk menghubungkan kawasan yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain meningkatkan keselamatan perjalanan warga, infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kelancaran arus barang dan jasa.
Keberadaan jembatan akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan akses transportasi yang lebih cepat dan efisien. Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya distribusi hasil produksi dapat ditekan sehingga meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah dan TNI menargetkan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Seluruh tahapan konstruksi terus diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas bangunan memenuhi standar keamanan dan ketahanan yang diperlukan.
Setelah selesai dibangun, Jembatan Modular Sungai Bawoni diharapkan menjadi infrastruktur vital yang mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Nias Utara serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan.
