Pasukan Internasional Termasuk TNI Direncanakan Bertugas di Gaza Mulai Mei 2026

Pasukan internasional yang terdiri dari beberapa negara, termasuk Indonesia, dilaporkan akan mulai dikerahkan ke Jalur Gaza pada Mei 2026 sebagai bagian dari fase lanjutan rencana perdamaian untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Menurut laporan media Israel KAN yang dikutip oleh Anadolu Agency, pasukan multinasional tersebut diperkirakan akan mulai beroperasi pada 1 Mei 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar 5.000 tentara dari Indonesia diproyeksikan menjadi bagian dari kekuatan internasional bersama prajurit dari sejumlah negara lain seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo.

Pasukan internasional tersebut pada tahap awal direncanakan ditempatkan di sekitar wilayah Rafah, Jalur Gaza bagian selatan. Area tersebut diketahui menjadi lokasi pembangunan kota baru bagi warga Palestina yang didukung oleh Uni Emirat Arab.

Selanjutnya, kehadiran pasukan internasional diperkirakan akan diperluas ke wilayah lain di Gaza, termasuk kawasan yang berada di dekat “yellow line”, yaitu garis batas sementara yang ditetapkan Israel antara wilayah yang dikuasai militer Israel dan area yang dihuni warga sipil Palestina.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa delegasi militer dari negara-negara yang berpartisipasi dijadwalkan tiba di Israel dalam beberapa pekan ke depan untuk melakukan peninjauan langsung ke Jalur Gaza sebelum pengerahan pasukan dilakukan.

Selain itu, ratusan tentara dari berbagai negara diperkirakan akan menjalani pelatihan di Yordania sebelum memasuki wilayah Gaza sebagai bagian dari misi internasional tersebut.

Sebelumnya, pada Februari lalu, sejumlah media Israel juga melaporkan bahwa persiapan telah dilakukan untuk kedatangan ribuan tentara Indonesia sebagai bagian dari pasukan stabilisasi internasional yang dirancang dalam rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rencana pengerahan pasukan ini menjadi bagian dari upaya internasional untuk menjaga stabilitas keamanan di Gaza serta mendukung proses perdamaian dan rekonstruksi wilayah yang terdampak konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *