Papua Tengah Kembangkan PPI Pomako Menjadi Pusat Pelelangan Ikan, Perkuat Ekonomi Maritim dan Ekspor Perikanan

TIMIKA – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi daerah dengan mengembangkan Pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Kabupaten Mimika, menjadi pusat pelelangan ikan modern sekaligus sentra perdagangan hasil perikanan di kawasan timur Indonesia.

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menyampaikan bahwa pengembangan PPI Pomako merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan, memperluas akses pasar nasional maupun internasional, serta memperkuat posisi Papua Tengah sebagai pusat ekonomi maritim.

Menurutnya, aktivitas perikanan di PPI Pomako terus berkembang dengan masuknya kapal-kapal perikanan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk kapal berkapasitas hingga 134 Gross Tonnage (GT) bahkan lebih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Mimika telah berkembang menjadi salah satu simpul penting aktivitas perikanan di kawasan Indonesia Timur.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika agar PPI Pomako dapat ditata dan dikembangkan menjadi pusat pelelangan ikan yang modern sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para nelayan,” ujar Gubernur Meki Nawipa saat menghadiri pelepasan ekspor perdana ikan bawal ke Malaysia di PPI Pomako.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Papua Tengah, sepanjang 2025 volume produksi perikanan yang didaratkan di PPI Pomako mencapai sekitar 3,1 juta kilogram (3.100 ton) dengan nilai produksi sekitar Rp28,9 miliar. Capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi sektor perikanan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain PPI Pomako, Papua Tengah juga memiliki PPI Waharia di Kabupaten Nabire dengan kawasan pengembangan seluas sekitar 62 hektare. Kedua kawasan tersebut diproyeksikan menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi maritim di Papua Tengah.

Untuk mendukung pengembangan industri perikanan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berencana membangun cold storage (gudang pendingin) di Nabire, memperkuat fasilitas PPI Nabire, serta melakukan penataan dan modernisasi PPI Pomako. Pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pelaku usaha perikanan guna membangun kemitraan dalam pengelolaan hasil laut Papua Tengah secara lebih optimal.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Melalui penguatan sektor tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya Orang Asli Papua (OAP), melalui penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan industri hilir, serta perluasan akses pasar.

Strategi pembangunan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan, memperkuat infrastruktur perikanan yang modern dan terintegrasi, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut sebagai modal pembangunan jangka panjang.

Momentum ekspor perdana ikan bawal ke Malaysia dari PPI Pomako menjadi langkah awal dalam memperluas pasar hasil perikanan Papua Tengah ke tingkat internasional. Pemerintah daerah berharap keberhasilan tersebut mampu mendorong peningkatan investasi di sektor perikanan serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan daerah ini berkembang sebagai pusat ekonomi biru (blue economy) di Indonesia, dengan hasil laut yang memiliki daya saing global, industri perikanan yang semakin maju, serta nelayan yang semakin sejahtera melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *